kars mekongga2

Mekongga Mountain, the Amazing Top of Karst at Celebes

1. Introduction
Mekongga mountain is an amazing karst mountain that keep a luxurious biology diversity both of flora and fauna were exclusive/endemic and is a potential area for tourism in near future as well. This area is located at South East Celebes province, district of Kolaka.
Geologically, this mountain area formed from lift up of atoll at hundred years ago and constructs the most wonderful highlands karst configuration of Celebes……( More…)

MERAH PUTIH BERKIBAR DI PUNCAK MEKONGGA

Setelah menempuh perjalanan selama 3 hari (14-17) melewati rute yang cukup panjang dari desa Tinukari Kab. Kolaka Utara sampai ke Puncak (+3 km jarak datar berdasarkan perkiraan peta), akhirnya Bendera Merah Putih berkibar di puncak Mekongga, Puncak Gunung Karst tertinggi di Sulawesi Tenggara (2620 mdpl). Dua Anggota dari Korps Citaka Indonesia (Rustam Colleng & Ridwan Sudding) yang mengemban amanah dari sang Ketua Umum Ir. Muh. Rais Ambo untuk mengibarkan sang merah putih di puncak ( Selanjutnya )

UFO TERLIHAT DIPUNCAK MEKONGGA

Saat mendekat, kami sempat terperanjat…sesosok benda menyerupai piring terbang terlihat berasap ketika tangan kami menyentuhnya. Warnanya keperak-perakan dan diatasnya membentuk bulatan mirip sebuah ruangan kemudi pesawat. Dari penampakannya sekilas benda ini sangat asing dan baru terlihat oleh kami     ( Selanjutnya )

Puncak Karst Mekongga1

 

MENGAPA MEKONGGA HARUS JADI KAWASAN KONSERVASI?
“Sebuah Catatan Dari Korps CITAKA Indonesia Bersama Tim Sulawesi Flora Ekspedition (SFE) 2005 di Pegunungan Mekongga Sultra”

Pegunungan Mekongga adalah salah satu kawasan dataran tinggi yang membentang di sisi utara wilayah Kab. Kolaka Propinsi Sultra. Kawasan pegunungan ini merupakan jajaran pegunungan Verbeck yang puncak-puncaknya terdiri dari jenis batuan karst dataran tinggi. Puncak tertinggi pegunungan adalah 2620 Mdpl yang sudah didaki oleh para pecinta alam dan pendaki gunung dari berbagai penjuru Nusantara. Secara geologis wilayah pegunungan ini terbentuk dari atol yang terangkat sekitar ratusan juta tahun yang lalu. Proses ini membentuk kawasan karst dataran tinggi yang sangat indah yang tiada bandingannya di Pulau Sulawesi. Fenomena ini kemudian memberi ruang bagi jenis flora dan fauna yang khas yang kemudian menjadi biota endemic yang hanya terdapat di wilayah ini.

Korps pecinta alam Kolaka Indonesia (KORPS CITAKA) mendapat kesempatan yang berharga mendapingi Tim Sulawesi Folra Ekspedition 2005 dalam melakukan pendataan berbagai specimen flora sepanjang jalur pendakian menuju puncak tertinggi pegunungan ini selama 9 hari perjalanan (8-17 Juli 2005). Dengan 5 personil dari Tim SFE 2005 terdiri dari: Marten Teo Lashut, Emil, Uping, Alex, dan Wawan dan personil dari CITAKA yaitu; Antho (penulis), Colleng dan Boy mendaki puncak karst tertinggi di Sulawesi Tenggara. Entry kali tinukaripoint ekspedisi ini dimulai dari desa Tinukari Kec. Ranteangin Kab. Kolaka Utara kemudian menyusri dan beberapa kali menyebrangi sungai Ranteangin yang arusnya cukup kuat dan lebarnya antara 20-35 m dengan kedalaman 1-3 m. Dibutuhkan sekitar 2 jam lebih untuk sampai pada penyebrangan terakhir, kemampuan pengetahuan dan penyebrangan sungai sangat mutlak diperlukan untuk melewati jalur ini, karena arus dan bahaya lain mengancam jiwa.

Tim kemudian memutuskan untuk Camp di sekitar daerah penyebrangan sungai terakhir untuk melakukan ekplorasi. Di lokasi ini Tim memberikan nama Five Star Camp, karena di lokasi ini panoramanya sangat indah, ketika hari menjelang malam kelewar yang jumlahnya ribuan terbang di atas pepohonan yang rindang, rupanya daerah ini adalah tempat berburu makan malam bagi hewan malam ini. Selain itu ada pula Burung Rangkong Sulawesi yang hinggap di pohon-pohon tinggi dan besar untuk mencari tempat tidurnya setelah seharian mencari makan. memang daerah ini sangat banyak tumbuh pohon beringin yang buahnya menjadi makanan berbagai jenis burung.

Dan ketika hari telah malam suara kodok dan hewan malam menemani Tim bersenda gurau dan ketika pagi tiba suara Tarsius serta burung-burung mmembangunkan Tim.
Setelah 2 hari Camp disekitar sungai, Tim melakukan eksplorasi flora didaerah ini, berbagai specimen didata dan dikoleksi untuk kemudian diteliti. Hari berikutnya melakukan tracking menuruni dan mendaki puncak-puncak pegunungan mekongga sampai berakhir pada hari ke-9. Ada sebuah daerah yang sangat dikagumi olehg Tim karena tempat ini terdapat 5 (lima) jenis tumbuhan vacsinium yang bunganya harum dan berwarna indah. Tim kemudian menobatkan daerah itu dengan nama Vacsinium Point. Pemandangan di tempat ini sangat mengagumkan kita dapat melihat puncak-puncak jajaran pegunungan Mekongga yang terdiri dari batuan karst……….( Selanjutnya )
BAGAIMANA MENDAKI MEKONGGA ?
( Panduan Singkat Mendaki Gunung Mekongga )
Mekongga Merupakan sebuah Pegunungan Karst yang menyimpan berbagai keindahan dan potensi. Wilayah karst pegunungan tinggi ini terletak di Propinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka. Secara geologis wilayah pegunungan ini terbentuk dari atol yang terangkat sekitar ratusan juta tahun yang lalu. Proses ini membentuk kawasan karst dataran tinggi yang sangat indah yang tiada bandingannya di Pulau Sulawesi . Fenomena ini kemudian …..    ( Selanjutnya )

RANGKONG SULAWESI DAN ANOA TERANCAM PUNAH

“Sebuah catatan perjalanan bersama LIPI dan Peneliti Asing

Di pegunungan Mekongga Sulawesi Tenggara”

rangkong-sulawesi-ok

           Keragaman hayati dan keunikan pegunungan Mekongga kembali mengundang para peneliti. Kali ini peneliti asing asal Amerika bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melakukan penelitian di wilayah pegunungan tertinggi di Sulawesi Tenggara ini selama kurang lebih sepekan.  Para Peneliti asing dan LIPI ini didampingi oleh personil Korps Pecinta Alam Kolaka Indonesia (Korps Citaka).

Siang itu (tanggal 1 agustus 2009) para peneliti asing, tim LIPI dan tim Citaka, tiba di desa Tinukari Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara. Desa Tinukari adalah desa yang menjadi entry point pendakian menuju puncak tertinggi Pegunungan Mekongga (2620 mdpl). Warga desa menyambut gembira kedatangan para peneliti ini, karena selain penghasilan sebagian warga bertambah dengan menjadi porter, mereka juga sangat senang dapat berinteraksi dengan warga asing yang sangat jarang datang di desa mereka.   

( Selanjutnya )

18 Responses to “Mekongga Centre”


  1. 1 Dakir_torang Mei 20, 2008 pukul 2:29 pm

    Saya masyarakat kab. Kolaka sebnagai mahasiswa S2 IPB yang meneliti masalah ekologi lingkungan yang berhubungan dengan semut.
    setelah membuka situs ini sya sangat senang membacanya ternyata wilayah saya juga dapat dijadikan obyek penelitian .
    saran sya mengharapkan untuk lebih dipublikasikan lagi sehingga masyarakat luas khususnya masyarakat ilmiah yang paham dengan ekologi mengetahui betapa banyak informasi dan pengetahuan dari alam ini.

    thanks you. kapan-kapan saya diajak !!!

  2. 2 icak Mei 20, 2008 pukul 2:40 pm

    oke makasih atas tanggapannya….kalau anda nanti ingin meneliti ” Semut Hutan Tropis ” dikolaka bisa coba jalan jalan di gunung latinaggo 1800 Mdpl. Kami pernah kesana Tahun 1999, disana banyak Fauna – Fauna Aneh…
    Hubungi kami nanti kami antar kelokasi….Thanks by Korps citaka

  3. 3 urz Mei 24, 2008 pukul 12:47 pm

    Hello Ichak, Colleng and Anto

    I’m fine – besides that I have to work :-). Unfortunately no holidays left at the moment to visit Sulawesi again. Have you visited in the meanwhile Osu wiau Mount medio?

    Best regards to you, Colleng, Antho and the other members of the corps!

    Urs

  4. 4 andy Agustus 2, 2008 pukul 1:52 pm

    hallo…mas

    salam kenal ya,aku andy dari surabaya aku suka ama penampilan cutaka

  5. 5 Nelly September 26, 2008 pukul 7:41 pm

    To Andy…

    halo Andy… Salam kenal balik dari Korps Citaka…Terima kasih atas ke-suka-an nya terhadap penampilan citaka…

    Kapan main ke Sulawesi?

    Salam

  6. 6 INDRA September 29, 2008 pukul 7:51 pm

    Halo…saya baru liat ternyata bagus juga tawwa blognya anak-anak citaka….

  7. 7 Deden Girmansyah(Deden_bo@yahoo.com) Oktober 14, 2008 pukul 9:02 am

    Yth. KorpCitaka

    Kalau boleh dan tidak keberatan, saya mau minta dikirimkan satu atau dua buah foto gunung Mekongga untuk keperluan presentasi. nanti saya akan cantumkan sumber fotonya. Makasih sebelumnya.

    Wassalam

    Deden.

  8. 8 korps citaka Oktober 15, 2008 pukul 9:55 am

    ” Mohon maaf Lahir Bathin ”

    To.
    Deden
    Mengenai Foto2 Mekongga yang anda minta akan segera kami kirimkan Via e-mail. ngomong2 mas Hari dimana sekarang? Salam buat beliau

  9. 10 hamzah Oktober 23, 2008 pukul 11:52 pm

    mantap..terus berkarya..salam buat teman-teman di kolaka

  10. 11 janad Desember 5, 2008 pukul 11:28 am

    jangan merusak ekosistem yang ada di pegunungan mekongga

  11. 12 Nelly Desember 17, 2008 pukul 11:52 am

    Buat semuanya…

    Tolong difilter dong info atau celoteh atau tanggapan yang masuk…jangan menyinggung soal SARA…blog kita ini bukan untuk itu to pastinya…

    blog kita ini jgn dijadikan media untuk saling mencela about politik atau SARA

    Salam

  12. 13 Yade Juli 25, 2009 pukul 3:29 pm

    Menurut saya, berbagai aktifitas yang berkaitan dengan alam yang telah dilakukan oleh insan – insan Korp Citaka memang perlu diberikan apresiasi yang setinggi – tingginya. Betapa tidak, …. untuk saat ini, tidak banyak dari anak bangsa ini yang secara apriori begitu peduli dengan alam tempat kita melangsungkan kehidupan. Dari semua yang mereka lakukan, saya menangkap begitu besar jiwa dan semangat mereka dalam memelihara kelestarian alam ( khususnya di Kabupaten Kolaka ) , disamping kesan bahwa mereka inilah yang patut kita sebut sebagai anak bangsa yang benar – benar memahami arti dari eksistensi alam sekitar terhadap kelangsungan hidup manusia.

    Buat saya pribadi, saya menyebut mereka sebagai “ PAHLAWAN LINGKUNGAN HIDUP“.

    Namun demikian, dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, saya mempunyai pesan yang harus saya kemukakan sekaligus sebagai amanah untuk diperhatikan dan ditindak lanjuti oleh kawan – kawan korp citaka, yaitu sebagai berikut :

    1. Masalah perlindungan terhadap hewan ternak ( khususnya kuda yang dipergunakan tenaganya untuk mengangkut barang ). Jika kita perhatikan sehari – hari, banyak sekali warga masyarakat kota kolaka yang menggunakan kuda dalam kegiatan sosial ekonomi, yaitu sebagai pengangkut barang. Namun ironisnya, imbangan kewajiban dari pemilik yang menggunakan tenaga hewan tersebut sama sekali tidak terlihat. Hal ini dapat kita lihat dari tubuh kuda yang sangat kurus, sedangkan beban yang diangkut tidak berbanding lurus dengan kemampuan kuda tersebut, disamping banyak yang terserang penyakit kulit yang kronis. Tidak hanya itu, malah dari beberapa kali hasil pengamatan yang saya lakukan, kebanyakan tubuh kuda – kuda tersebut penuh dengan luka akibat cambukan ketika dioperasikan oleh sang raja ( pemilik kuda ), namun masih juga dipaksakan untuk bekerja. Bukankah orang – orang yang demikian patut disebut sebagai orang yang BIADAB ?.

    Menggunakan tenaga hewan dalam kegiatan ekonomi memang tidak dapat disalahkan, apalagi subjeknya kebanyakan masyarakat ekonomi lemah. Tapi menggunakan tenaga kuda dengan cara yang biadab, justru adalah perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang – orang yang martabatnya lebih rendah dari binatang.

    Sarana hukum yang telah ada kaitannya dengan perlindungan terhadap hewan ternak misalnya KUHP, pada tataran implementasi tidak dapat bicara banyak / bahkan tidak pernah berbicara.

    Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mohon kepada kawan – kawan saya di Korp citaka untuk mengkaji gejala ini dalam rangka tindakan lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang ada.

    Terima kasih atas perhatiannya, hidup ….Pahlawan Lingkungan Hidup….!!!

  13. 14 bumi vertikal Agustus 15, 2009 pukul 5:29 pm

    sa ingat skali itu foto wktu xpdc CAKRABUANA d gn.mekongga februari 2008, btul2 itu arus sungaix xtream pa’ (Mengapa mekongga).. makasih untuk korps citaka… salam lestari dari kami CAKRABUANA

  14. 15 ACI September 27, 2009 pukul 12:09 am

    Semoga daerah konservasi itu tetap lestari dan tidak dieksploitasi oleh manusia2 yang tidak bertanggung jawab. Dan semoga pemerintah yang sekarang lebih peduli ke masalah lingkungan hidup yang semakin sumpek ini :(

  15. 16 Anis Menolak Tunduk Maret 16, 2010 pukul 9:47 pm

    Lain kali kalau mau mendaki ajak aku dunks!

  16. 17 CINTA Mei 17, 2010 pukul 3:16 pm

    EMANG bUMI MEKONGGA PATUT DI ACUNGI JEMPOL !!!!!!!! HANYA SAJA MASIH BANYAK ORG2 YANG INGIN MEMPERKAYA DIRI SENDIRI TANPA MEMIKIRKAN KELESTARIAN HUTAN !!!!!!!!!!!!! MEMET NAH BUAT ORG YG KYAK GTU APALGI BUAT PEJABAT YG DI OTAKNYA CMAN UANG DAN 4 D DIRUANGANNYA SJA !!! DATANG, DUDUK. DIAM DONGO

  17. 18 TO RAPPE RAPPE Februari 16, 2012 pukul 10:08 pm

    SALAM LESTARI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 185,890 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: