COMDEV Masalah or Not

Komisi Lingkungan Hidup

Dpd KNPI Kabupaten Kolaka

Tulisan ini saya buat sebagai tanggapan dari tulisan yang dibuat oleh H. Usman Rahim “ Prinsip Pengelolaan Program Community Development ” yang dimuat sebelumnya oleh Tabloid Suara Tempo-tempo Edisi I Januari 2005.

Dimana dalam tulisan tersebut secara singkat dan padat digambarkan kepada kita tentang Prinsip Pengelolaan Program Community Development yang diberikan perusahaan/ industri tambang (PT. ANTAM TBK Pomalaa) terhadap daerah dan masyarakat dimana perusahaan/ industri tambang menjalankan kegiatan eksploitasinya. Tanpa bermaksud memperkecil sumbangsih yang diberikan industri pertambangan terhadap devisa negara pada umumnya dan pembangunan daerah pada khususnya, seperti misalnya Program Community Development. Tulisan ini juga saya maksudkan sebagai bentuk autocritic dari program Community Development yang diberikan oleh perusahaan/ industri pertambangan yang selama ini dianggap sebagai jawaban dari berbagai macam permasalahan dan persoalan yang melingkupi kegiatan pertambangan.

Sepintas program Community Development yang selanjutnya di singkat COMDEV, bila kita perhatikan memang berhasil mengurangi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari Industri pertambangan. Tapi bagaimana dengan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh industri pertambangan tersebut, padahal berbicara persoalan dampak tidaklah bisa diselesaikan secara parsial saja tetapi haruslah secara comperehensif, dimana terdapat saling keterkaitan yang erat antara kehidupan manusia terhadap lingkungan.

Semenjak Isu lingkungan dan Hak azasi manusia menjadi isu global pada era tahun 80 dan 90 an, terlebih lagi sejak orde Reformasi berhasil meruntuhkan orde sebelumnya, banyak perhatian dan kritikan yang diberikan kepada kegiatan eksplorasi pertambangan, dimana tidak hanya berdampak pada pengrusakan lingkungan, dalam kegiatannya banyak menimbulkan masalah sosial terhadap kehidupan masyarakat dimana kegiatan eksploitasi itu dilakukan. Kasus Freeport dangan masyarakat suku Amungme dimana dalam kasus tersebut berakibat pada tersingkirnya masyarakat suku Amungme dari kawasan adatnya sendiri, terlebih lagi pembuangan limbah yang dilakukan oleh Freeport ke beberapa sungai yang terdapat dalam kawasan mengakibatkan bencana lingkungan yang bila dikalkulasi keuntungannya tidaklah sebegitu sepadan dengan dampak yang diakibatkannya. Kasus pertambangan emas yang dilakukan PT. KEM di Kalimantan Timur, selain menyingkirkan kehidupan masyarakat asli (Dayak) dari lingkungannya, pasca kegiatan eksploitasinya meninggalkan ribuah bahkan

* Aktifis Pencinta alam, Pengurus DPD KNPI Kolaka Komisi Advokasi

jutaan ton limbah tailing dalam dam-dam penampungan yang sewaktu-waktu bisa saja mencemari sungai mahakam dan ini tidak hanya mengancam kehidupan masyarakat setempat saja, bahkan mengancam ratusan ribu bahkan puluhan juta warga masyarakat Kalimantan Timur yang sangat tergantung dengan sungai mahakam yang mengaliri wilayah Kalimantan Timur, belum lagi dampak sosial yang diakibatkan dimana selama kegiatan eksploitasinya tersebut, banyak terdapat kasus-kasus pemerkosaan, dan pelecehan seksual yang dilakukan pekerja/ pegawai PT.KEM terhadap perempuan dan masyarakat asli. Kasus PT.INCO di Soroako, dimana dalam kegiatan eksploitasinya PT.Inco berhasil menyingkirkan masyarakat asli Soroako yang tinggal di kawasan yang dianggap PT. Inco sebagai kawasan eksplorasinya, belum lagi pembuangan limbah yang dilakukan PT. Inco di danau Matano yang merupakan daerah tempat wilayah kelola masyarakat suku asli Soroako. Kesemuanya diatas hanya merupakan sebgaian kecil dari permasalahan-permasalah yang timbul yang diakibatkan kegiatan ekploitasi pertambangan pada umumnya.

Memang sepintas industri pertambangan banyak memberikan manfaat terhadap negara dan daerah, yang mana keuntungan yang didapatkan negara dan daerah tersebut berupa, royalti, pajak yang kesemuanya digunakan oleh negara dalam mengadakan pembangunan walupun dalam kenyataanya akan lebih banyak memakan biaya yang besar untuk meperbaiki kondisi lingkungan yang telah rusak akibat kegiatan eksploitasi pertambangan, belum lagi bila kegiatan eksploitasi pertambangan tersebut diadakan disebuah kawasan hutan yang mana dampak yang diakibatkannya bisa sangat besar (bencana Banjir, longsor dan kekeringan), menyerap tenaga kerja lokal padahal dalam realitas kesehariannya, dapat kita lihat seberapa besarkah presentase tenaga kerja lokal yang dapat diserap perusahaan industri pertambangan terhadap tenaga kerja lokal (Penduduk asli) sangatlah kecil bila dibandingkan dengan presentase tenaga kerja yang berasal dari tenaga kerja luar daerah, yang otomatis mempunyai skill dan kemampuan diatas masyarakat asli karena begitulah adanya keberadaan perusahaan industri pertambangan sangat memerlukan tenaga kerja yang terampil dan mempunyai keahlian. Daerah yang mana didalamnya terdapat perusahaan yang melakukan kegiatan eksploitasi pertambangan akan meningkat taraf kehidupan ekonomi masyarakatnya, sepintas memang begitu adanya karena secara teori arus barang dan jasa akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, tetapi akankah seperti itu terus menerus kenyataannya ?. Daerah Bangka di Sumatra, Sanga-sanga di Kalimantan Timur, merupakan contoh kongkrit betapa keramaian dan peningkatan taraf kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertambangan hanyalah bersifat semu/ sementara saja, keramaian itu bisa saja timbul dikarenakan masih adanya kegiatan pertambangan yang dilakukan, dimana kegiatan eksploitasi pertambangan akan mengundang banyak pendatang dengan tujuan untuk masuk bekerja di perusahaan tersebut, dan bagaimana kalau perusahaan industri pertambangan itu tutup dikarenakan habisnya sumber daya alam sebuah daerah, dan bagaiamana bisa dikatakan pertambangan mendorong pembangunan berkelanjutan, jikalau sumber daya alam telah habis dan yang tersisa hanyalah bekas galian dan timbunan dari sisa bekas kegiatan eksploitasi, yang kondisinya sangat miskin dari unsur hara yang berguna bagi tumbuhan.

Dalam sejarahnya Comdev sendiri baru dikenal sejak tahun 90 an, padahal banyak perusahaan industri pertambangan telah beroperasi jauh sebelum itu (Freeport tahun 60 an) dan PT. Antam Tbk Pomalaa sendiri beroperasi di daerah Sulawesi Tenggara ± 26 tahun, dan sejak sekian puluh tahun beroperasi didaerah Pomalaa, apa yang telah diberikan oleh perusahaan kepada masayarakat yang tinggal di sekitar lokasi pertambangan (masyarakat asli). Reklamasi pantai (pembuangan limbah ke laut) yang mengakibatkan berkurangnya ikan di sekitar pantai pomalaa karena rusaknya habitat ikan mengakibatkan semakin jauhnya masyarakat dalam melakukan pencarian ikan yang berimbas pada semakin besarnya biaya dan waktu yang digunakan oleh nelayan dalam mencari ikan, merupakan salah satu permasalahan dari sekian banyak permasalahan yang timbul akibat kegiatan eksploitasi pertambangan yang dilakukan PT.Antam Tbk Pomalaa, dan dari bantuan comdev yang diberikan kepada masyarakat nelayan yang tinggal di sekitar pantai pomalaa ternyata menimbulkan permasalahan yang berimbas pada terbentuknya peta konflik di kalangan para nelayan. Banyak contoh kasus yang ditimbulkan akibat konflik yang diakibatkan oleh Comdev selain peta konflik yang timbul ditengah masyarakat, dan belum adanya bukti yang memperlihatkan kepada kita adanya korelasi antara Comdev dengan semakin baiknya kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat, bahkan kecendrungannya malah memperlihatkan semakin buruknya lingkungan dan terpeta konflikannya kehidupan sosial masyarakat yang tinggal di sekitar areal eksplorasi yang dikhawatirkan akan memicu konflik horisontal ditengah masyarakat, atau dengan kata lain Comdev tidak menjawab/ mengurangi permasalahan yang muncul akibat kegiatan eksploitasi pertambangan malah menambah/ memunculkan permasalahan baru pada masyarakat dan kondisi itu sengaja diciptakan untuk memperlemah gerakan perlawanan yang muncul ditengah masyarakat akibat imbas dari limbah dan ketidak adilan yang dirasakannya.

1 Response to “COMDEV Masalah or Not”


  1. 1 Green peace September 12, 2009 pukul 8:48 pm

    Comdev?? Kykx ga asing d telinga. Problem or noT? Tentunya m’mbThkn sebuah jwbn yg perlu d gali secara dalam n confrehensip dr setiap kalangan masyarakat d sekitar area pertambangan secara domestic. ComuniTy developmment at singkat sj comdev.adl polemic yg mesti d lihat secara kritis mulai dr realitas comdev n managament comdev it sendri.apa aplikasix tepat sasaran at kah berbelok. Org bilang kolaka kaya..! Iya betul z sepakat. Kaya sda nya. Bg mn dgn masyarakatx.?? MenuruT informasi kolaka sampai hari ini masih d kategorikan sbg daerah yg tertinggal. Aneh tp it lah kenyataanya. Tapi kan pihak pertambangan pux agenda yg d namakan csr lewat programx yg d namakn comdev. D tambah lagi pajak yg sisihkn oleh pihak perusahaan bernilai 2,7 triliun rupiah. Untk pemda dlm rangka pengembangan pembangunan kolaka. Tp ko’ sampai hr ini kolaka msh bgt2 sj..? Masyarakat mengeluh, teriak lantaran tagihan listrik naik lampux padam trus. G’ni aja.. Kan pihak pertambangan d kab, kolaka senantiasa akur dg pemda tiap tahun 2,7 triliun masuk d kantong pemda. Knp tdk sekalian mesin yg sdh rongsok tdk layak pakai smpai hr ini tdk d ganti oleh pihak pemda. 2,7 triliun it tdk sdkit lho. Buanyak itu..katax kolaka kaya ko’ listrikx tdk beres. Jadi asumsi yg sangat menyesatkan jika ada org yg mengatakan kolaka “kaya”. Topik ini mesti d tukar atau d ganti. Mestinya. DA… PROBLEM OR NOT.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,191 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: