Korupsi di Sekretariat Pemkab Kolaka

Korupsi di Sekretariat Pemkab Kolaka,

Puluhan milyar Kas Bon Kerugian Negara

Sekda Kolaka, Andi Syahruddin diincar KPK

Kolaka, Koran PK

Harapan masyaraakat terhadap institusi penegak hukum untuk menindak koruptor di Pemkab Kolaka, khususnya di satuan kerja sekretariat Pemda Kolaka dikuatirkan terhalang dengan gencarnya eksekutif memberikan paket bantuan kepada instansi vertical ( MUSPIDA) sehingga dikuatirkan pula berlakulah asas harmonisasi Muspida membeck- up, “ sesama Muspida jangan saling mengungkit ”.

Laporan operasi Intelejen Yustisial Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara tanggal 28 juni 2005 menemukan adanya penyalahgunaan dana rutin sekretariat Pemkab Kolaka tahun anggaran 2004. diperkirakan mengakibatkan kerugian Negara sekitar Rp. 4.655.190.890,-. Dari Rp.4.655.190.890,- penyalahgunaan dana rutin yang ditemukan tim intelejen Kejati Sultra, didalamnya termasuk item berupa kas bon sebesar Rp. 1.385.370.597,-. Yang tidak dapat dipertanggung jawabkan Pemkab Kolaka.

Akar penyalahgunaan dana rutin sekretariat Pemkab Kolaka ini, bermula ketika sekda Kolaka, Drs. H. Andi Syahruddin, M.Si mengeluarkan persetujuan untuk meminjamkan Dana Anggaran Belanja Sekretariat Kabupaten Kolaka kepada pihak ketiga sebesar Rp.1.385.370.597 yang sampai sekarang ini belum dikembalikan. Dalam Anggaran belanja Sekertariat Kabupaten kolaka yang belum dipertanggung jawabkan berdasarkan pemeriksaan temuan Kejati Sultra T.A 2004 seluruhnya berjumlah Rp. 3 Milyar lebih.

Menurut ketentuan pasal 10 ayat (3) Peraturan pemerintah R.I Nomor 105 tahun 2000 tantang pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan daerah disebutkan, “ Setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat pengeluaran atas beban APBD apabila tidak tersedia anggaran untuk membiayai pengelolaaan kegiatan . Sehingga perbuatan Sekda Kabupaten Kolaka merupakan perbuatan melawan hukum karena anggaran belanja sekretariat Kab. Kolaka tidak dapat digunakan untuk keperluan lain sebagaimana yang ditetapkan dalam APBD Kab. Kolaka Tahun Anggaran 2004. Atas kebijakan tindakan Andi Syahruddin ini mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp.1.385.370.597.melanggar ketentuan pasal 2,3 UU No. 31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 Tahun 2001.

Temuan adanya penyalahgunaan puluhan miliar dana Rutin Sekretariat Kabupaten Kolaka ini, diperkuat setelah rekapitulasi hasil pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan daerah Kabupaten kolaka TahunAnggaran 2006 Agustus 2007 0leh BPKP-RI perwakilan Sulawesi Tenggara periode pemeriksaan , semester I TA.2007. Dalam pemeriksaan tersebut, BPKP menemukan Kas Bon sebesar Rp. 10.979.766.040.00 yang belum terselesaikan/dipertanggung jawabkan dari tahun 2002 sampai dengan taahun 2006. Dalam pemeriksaan BPKP- RI Perwakilan Sul-Tra diketahui pula adanya bantuan pengadaan inventaris dari Pemkab Kolaka kepada Kejaksaan Negri Kolaka.

Dari laporan rekonsiliasi Bank yang disampaikan oleh bendahara umum daerah per 31 Desember 2006, ditemukan masih terdapat saldo Kas Bon yang belum terselesaikan sebesar Rp.10.979.766.040.00. Saldo Kas Bon tersebut merupakan akumulasi Kas Bon dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006. Permasalahan Kas Bon yang belum terselesaikan ini, sebelumnya telah diungkapkan dalam laporan hasil pemeriksaan BPKP-RI perwakilan Makassar TA 2005 namun Pemerintah kabupaten Kolaka belum melaksanakan tindak lanjut atas permasalahan Kas Bon tersebut.

Kebijakan pengelolaan dan penggunaan APBD Kabupaten Kolaka yang merugiakan Negara/Daerah puluhan Milyar ini perlu segera disikapi oleh pihak-pihak kepolisian dan kejaksaan dan termasuk pihak-pihak lain elemen pemerhati penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di kabupaaten Kolaka, kalau perlu Komisi pemeberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan pemeriksaan kepada pihak yang terlibat. “ Kita harus berantas koruptor dijajaran eksekutif dan legislative di Wonua Mekongga Kabupaten Kolaka, dan jangan biarkan koruptor bercokol dibalik sebutan Kolaka Kota Zikir. Ungkap pemerhati hukum yang enggan disebut namanya, kepada Koran ini. ( Edo ) ——————————————————————————

7 Responses to “Korupsi di Sekretariat Pemkab Kolaka”


  1. 1 Fahry Mei 20, 2008 pukul 3:18 pm

    Istiqfar Kolaka, karena tanah itu pula yang akan menghimpitmu didalam kubur kelak

  2. 2 baim Oktober 3, 2008 pukul 3:23 pm

    biarin aja,Allah itu tidak buta, Allah yang lebih tahu gimana caranya
    menghukum para koruptor yang berpura2 tidak tahu,
    lihat aja yakin deh keluarganya 7 turunan yang akan rasakan karmanya
    sementara u/ dia sendiri yah lumayanlah kalau mukanya seperti tikus
    dan perutnya seperti babi,dan yang jelasnya hidupnya ga bakal tenang
    …..sumpaah serapah dari masyarkat yang selalu mendoakan
    kecelakaan bagi para koruptor……
    >>>>> dari putra kolaka yang tertindas>>>>>
    email: istighfar_100@yahoo.com

  3. 3 A. sabaruddin Oktober 3, 2008 pukul 3:29 pm

    komentar saya……..
    Saya hanya ingin mengatakan kepada Bapak A. syahruddin

    Maaf Pak bapak jangan bikin malu keluarga Andi
    di keluarga Andi tindakan korupsi adalah Aib…
    pelakunya bisa di guna2/ Doti biar mati sekalian..
    awas aja ya pak…. tunggumi 1/2 minggu ini kami akan mengirimkan
    doti pamungkas Dari Andre gurutta Andi KPK
    Maaf pak bapak harus cabut dulu status Andinya baru korupsi
    bikin malu saja keluarga Andi…..

  4. 4 A. Bukhari Muslim Oktober 3, 2008 pukul 3:32 pm

    komentar saya……..
    Saya hanya ingin mengatakan kepada Bapak A. syahruddin

    Maaf Pak bapak jangan bikin malu keluarga Andi
    di keluarga Andi tindakan korupsi adalah Aib…
    pelakunya bisa di guna2/ Doti biar mati sekalian..
    awas aja ya pak…. tunggumi 1/2 minggu ini kami akan mengirimkan
    doti pamungkas Dari Andre gurutta Andi KPK
    Maaf pak bapak harus cabut dulu status Andinya baru korupsi
    bikin malu saja keluarga Andi…..

    dari putra kolaka tetangga bapak
    kalau bapak keberatan silahkan bapak ke rumah kita berbagi
    hasil korupsi nya untuk saya bakar diatas kepala bapak
    bikin malu saja keluarga Andi…
    email saya: abdulhadi.fajar@yahoo.com

  5. 5 anak kolaka Agustus 28, 2010 pukul 10:05 am

    percuma kolaka disebut kolaka emas atau kolaka lautan zikir…tapi ternyata banyak koruptor…tp bukan sj mantan sekda..tp sebagian pejabat di pemkab.kolaka masih ada tikus yg berkeliaran memakan uang rakyat..demi kepentingannya….kasian…..& saya mohon para penegak hukum menangani kasus tersebut…jgn dibiarkan terkatung katung…kayak makanan tikus….wasalam……

  6. 6 Anonim April 25, 2011 pukul 7:21 pm

    korupsi sudah mendarah daging dalam tubuh pemerintahan Kab. Kolaka tetapi mereka yang di duga melakukan Korupsi uang Rakyat masih menghirup udara segar dalam artia Kebal Hukum salah contoh kasus penyalah gunaan dana rutin sekretariat Kab. Kolaka kurang lebi 4,6 millyar Rupiah tapi siapa yang harus bertanggung jawab.

  7. 7 putra tolaki Juni 7, 2013 pukul 1:49 pm

    PENDATANG JI BARU KO MAU BIKIN KACAU KEUANGANNNYA DAERAH KOLAKA MEMANG KALIAN HARUS DIUSIR DARI KOTA KOLAKA KARENA HANYA MERUGIKAN DAERAH DAN MEMPERKAYA KELUARGA KALIAN DAN TIDAK ADA SAMA SEKALI PEMBANGUNAN DIKOLAKA!!DASAR MANUSIA SERAKAH BUHARI MATTA DAN GEROMBOLANNYA.MUNAFIKK!!NANTI ORANG TOLAKI DOTI MATI KOMORANG SMUA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,191 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: