KASUS “P. LEMO” MULAI TIDAK JELAS

Kader Konservasi meminta ketegasan Menhut

Kasus penambangan nikel di pulau lemo yang masuk areal Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Kep. Padamarang, Kec. Wundulako, Kolaka, yang sempat mencuat diawal tahun terkesan menggantung dan tidak jelas rimbanya.

Kapolres Kolaka, AKBP Bambang Sentot Widodo yang dihubungi Senin,(2/6) terkait penanganan kasus P. Lemo tidak dapat memberikan statemen tentang kasus yang sempat memanas diawal tahun ini, “Kasus ini sudah ditangani Polda Sultra, kami hanya bagian dari tim, jadi saya tidak dapat memberikan statemen” kata Kapolres hati-hati.

Seperti diketahui, kasus P. Lemo mencuat terkait pemberian izin kuasa pertambangan kepada PT. Cinta Jaya (PT. CJ) oleh Bupati Kolaka, yang oleh BKSDA Propinsi Sultra diklaim masuk areal TWAL Kep. Padamarang termasuk P. Lemo – Sesuai Keputusan Menteri Kehutanan No. 94/Kpts.II/2003 tentang penunjukan areal hutan kep. Padamarang seluas ± 36.000 hektar – yang “haram” dikelola apalagi usaha penambangan tanpa ada izin Menhut.

Hal ini dipertegas dengan penolakan surat permohonan Bupati Kolaka No. 522/1417 tertanggal 7 Mei 2007 ke Menhut, tentang rencana penggunaan lahan kawasan hutan konservasi (TWAL Kepulauan Padamarang terdiri dari, P. Padamarang – 3.300 Ha, P. Lambasina Besar – 280 Ha, P. Lambasina Kecil – 80 Ha, P. Lemo – 30 Ha, P. Kukusan – 110 Ha, dan P. Buaya – 224,5 Ha.) untuk kepentingan pertambangan.

Di dalam surat balasan Menteri Kehutanan (Menhut) No. S.510/MENHUT-VII/2007, tertanggal 7 Agustus 2007 secara tegas disebutkan, permohonan Bupati Kolaka tidak dapat dipertimbangkan dan permohonan ditolak. Dalam poin 2 juga disebutkan bahwa, berdasarkan peta kawasan hutan dan perairan Propinsi Sulawesi Tenggara skala 1 : 250.000, seluruh Kawasan Kep. Padamarang berada pada kawasan Hutan Konservasi.

Yang menjadi soal, surat izin kuasa pertambangan yang dikeluarkan Bupati telah lebih dulu keluar sebelum mendapat persetujuan Menhut. Sesuai keputusan Bupati Kolaka No. 146/2007 tentang pemberian izin kuasa pertambangan (KP) Eksploitasi kepada PT. CJ yang beralamat di Jl. Timah V No.9, Makassar (Sulsel), Bupati mengabulkan surat permohonan PT. CJ No. : 027/PTCJ-MKS/II/2007 tanggal 9 Pebruari 2007 perihal permohonan kuasa pertambangan eksploitasi.

Kontroversi Surat Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam

Menurut Ishak Nurdin, Kabid. Pertambangan Umum dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kolaka dalam statemen di surat kabar lokal, pemberian izin KP di P. Lemo oleh Bupati berdasarkan surat Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) No. S.764/IV-KK/2007, Perihal usul penataan Batas Kawasan Hutan TWAL Kepulauan Padamarang yang ditandatangani Pelaksana tugas Dirjen PHKA, Ir H Arman Mallolongan, MM, tertanggal 23 Agustus 2007.

Dalam foto copy surat Dirjen PHKA yang diperoleh Pelita secara jelas disebutkan, dalam TWAL Kep. Padamarang, pulau yang berstatus kawasan hutan hanya P. Padamarang (± 3.300 Ha) dan P. Lambasina Besar (± 280 Ha), sedangkan pulau lainnya disekitar kawasan itu termasuk P. Lemo berstatus Areal Penggunaan Lain (APL). Bahkan diminta dalam pelaksanaan pemanfaatan pulau-pulau dimaksud diminta berkoordinasi dengan Balai KSDA Sulawesi Tenggara.

Cerita masih berlanjut, buntut keluarnya surat Dirjen PHKA yang menimbulkan perbedaan interprestasi dan menjadi polemik berbagai pihak baik dari Pemda, Instansi terkait maupun Kepolisian mendapat respon dari BKSDA Provinsi Sultra melaui suratnya No. S./.179/BKSDA -1/2007 tertanggal 17 September 2007 yang ditandatangani Kepala Balai Ir. Kurung, MM.

Kontroversi ini memicu reaksi dari beberapa aktifis dan pemerhati lingkungan termasuk aksi demonstrasi di awal tahun, terlebih lagi, izin KP yang dikeluarkan Bupati di duga bermasalah.

Dari data yang didapat sesuai hasil Rapat Pansus DPRD Kolaka tanggal 31 Maret 2008 – setelah bekerja selama 3 bulan, terdapat 9 izin KP yang dikeluarkan dan rata-rata bermasalah termasuk terkait kontrak kerjasama (MoU) dengan Pemda dan pemegang izin KP serta tidak dilengkapi dokumen Amdal, bahkan tanpa dokumen sama sekali termasuk PT. CJ yang sempat menambang di P. Lemo.

Aktivis Lingkungan Kolaka, Hasrul yang dihubungi Selasa (3/6) sangat menyesalkan pengeluaran izin KP oleh Bupati di areal kawasan TWAL yang dilindungi, menurutnya kebijakan Bupati ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kelestarian lingkungan, “ Kebijakan di bidang pertambangan jangan hanya memikirkan aspek ekonomi semata tanpa memikirkan dampak lingkungan di masa akan datang, dimana anak cucu kita juga yang akan menanggung dampaknya” tegasnya.

Terlebih cost social (biaya sosial) yang dibutuhkan sangat besar untuk merehabilitasi ex. Lahan tambang dan butuh waktu yang lama, belum lagi dampak sosial dan ekonomi bagi warga masyarakat di sekitarnya, Papar kader konservasi Nasional yang pernah mewakili Provinsi Sultra dalam lomba Penghijauan dan Kader Konservasi Alam Nasional tahun 2006.”Kami minta ketegasan Menhut soal ini, karena menyangkut hajat hidup orang banyak,”harapnya.

Reaksi yang lebih keras datang dari aktivis LSM Forsda (Forum Swadaya Masyarakat) Kolaka, M Jabir, yang dihubungi Kemarin (3/6), ia menduga ada upaya untuk memending kasus ini karena berhubungan dengan pejabat daerah, karena Kepolisian seakan-akan lambat bertindak.

Menurutnya, kasus pemberian izin KP di P. Lemo yang melegalkan aktifitas pertambngan di kawasan konservasi sudah cukup bukti, “Ini bukan indikasi lagi, karena Bupati telah memberi izin,” tegas aktifis yang terkenal vokal sambil menantang aparat untuk melakukan penangkapan pejabat terkait pemberian izin KP.

Kadis Pertambangan dan Energi Kab. Kolaka, Drs Syarifudin Lappase, dan Kabid Pertambangan Umum, Ir Ishak Nurdin, yang hendak dikonfrontir sedang keluar daerah. “Sudah beberapa hari bapak ke Jakarta bersama Kabid,” kata seorang staf Distamben santai. (ck-20)

0 Responses to “KASUS “P. LEMO” MULAI TIDAK JELAS”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,495 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: