KEWAJIBAN PENELUSUR GOA

Dunia speleologi diberbagai Negara meneruskan himbauan kepada semua penelusur goa agar lingkungan goa tetap terjaga kebersihannya, kelestarian dan kemurniannya. Seruan tersebut berupa:

1. Konservasi lingkungan goa harus menjadi tujuan utama kegiatan speleologi dan dilaksanakan sebaik- baiknya oleh peneulsuran goa.

2. Membersihkan goa beserta lingkungannya merupakam kewajiban pertama para penelusur goa.

3. Apa bila sesama penelusur goa membutuhkan pertolongan darurat setiap penelusur goa wajib memberi pertolongan.

4. Setiap penelusur wajib menaruh respek terhadap penduduk disekitar goa. Mintalah ijin seperlunya, bila mungkin secara tertulis dari pihak yang berwenang.

5. Meminta ijin dari instansi yang berwenang, maka harus diusahakan sebagai kewajiban untuk membuat laporan dan menyerahkan kepada instansi tersebut.

6. Bagian –bagian dalam suatu goa wajib diberitahukan kepada penelusur lainnya.

7. Diberbagai Negara, setiap musibah yang dialami penelusur goa wajib di laporkan kepada sesama penelusur melalui media speleologi yang ada. Hal ini perlu supaya jenis musibah yang sama dapat dihindari.

8. Para penelusur wajib memperhatikan keadaan cuaca, apakah ada bahaya banjir sewaktu turun hujan lebat dan meneliti lokasi-lokasi mana didalam goa yang dapat dipakai sebagai tempat tersembunyi dari banjir.

9. Dalam setiap musibah setiap penelusur wajib bertindak dengan tenang, tidak panik dan patuh pada instruksi pimpinan penelusur.

10. Setiap penelusur goa wajib melengkapi dirinya dengan perlengkapan dan wajib mengetahui tentang karakteristik, pemakaian, manfaat dari peralatan tersebut.

11. Setiap penelusur goa wajib melatih dirinya dalam berbagai keterampilan gerak menggunakan peralatan yang di gunakan.

12. Wajib membaca berbagai publikasi mangenai goa dan lingkungannya agar pengetahuannya tentang speleologi akan berkembang. Bagi yang mampu melakukan peneletian atau observasi ilmiah di wajibkan menulis publikasi agar sesama penelusur atau ahli speleologi mendapat manfaat dari makalah-makalah ini.

13. Sesuai dengan pandangan NSS dari USA, diarang memamerkan benda-benda mati atau hidup didaam goa ntuk lingkungan non penelusur goad an non speleologi. Hal ini untuk menghindari dorongan kuat yang hamper pasti timbul, untuk ukt mengambi benda-benda guna koeksi pribadi atau ntuk melakukan peneusuran goa tanpa pengetahuan teknis dan ilmiah yang cukup.

14. NSS juga tidak menganjurkan usaha mempublikasikan penemuan-penemuan didalam goa ata lokasi dari goa sebelum diyakini betul adanya pelestarian oleh yang berwenag, yang memadai. Pengrusakan ingkungan goa oeh orang awam menjadi tanggun jawab sipenulis berita, apabila mereka mengunjungi goa-goa itu sebagai akibat publikasi media massa.

15. Membersihkan goa serta lingkungannya, menjadi kewajiban para penelusur.

Dengan kita menerapkan peraturan dalam Conservation Guidelines dapat mencegah kerusakan integral goa. Aturan ini memuat antara lain: jangan pernah memasuki area yang ditape off dan melakukan observasi rute tang ditape, jangan buang sampah, jangan sentuh sesuatu terhadap peninggalan arkeologi atau sejarah, ekstra hati-hatilah saat melihat atau memetret bentukan dan jangan menambahkan bold yang lama masih aman dan tersedia, pastikan anda berperan sebagai contoh yang baik, laporkan adanya pengrusakan, jangan ganggu kelelawar terutama dalam musim panas (berkembang biak) dan musim dingin (hibernation), jangan pernah mengambil foto kelelawar karena akan mengganggunya, selalu ikuti syarat-syarat perijinan, orang baru atau penelusur pelatihan harus dilakukan di goa-goa yang mempunyai nilai konservasi yang rendah dan dengan pengawasan yang cukup, kelompok penelusur diusahakan kecil dan di pimpin oleh pemimpin yang cakap, hindari penggunaan lampu karbit (diusahakan), jangan pernah membuang karbit yang sudah di pakai. (simon lee, Dept.Of Ag & Hort.10 Des’ 96 ).

Dengan mengikuti peraturan umum anda dapat menjaga dua hal yaitu melindungi lingkungan goa yang lembut untuk generasi mendatang dan melindungi akses untuk cavers jaman sekarang.

VII. BAHAYA-BAHAYA PENELUSURAN GOA

Kegiatan penelusuran Goa merupakan salah satu jenis kegiatan yang sangat beresiko tinggi, saat para penelusur beraktivitas didalam goa, mereka serasa terpisah dari kehidupan dunia karena segala sesuatu yang terjadi diluar goa, diluar kemampuan kita untuk mengetahuinya.

Secara sudut pandang bahaya penelusuran goa dapat dibedakan menjadi dua yaitu, Antroposentris dan Speolosentris.

a) ANTROPOSENTRISME

1. Terpeleset/ terjatuh.

Hal ini paling sering terjadi dalam suatu penelusuran yang disebabkan oleh ketidak hati-hatian para penelusur seperti meloncat-meloncat atau buru-buru meloncat, salah menduga jarak , kurang alat penerangan.

2. Kepala terantuk atap atau ornament goa karena kondisi goa gelap dan terbatasnya cahaya sehingga wajib bagi seorang caver untuk memakai helm.

3. Tersesat, terutama sering terjadi apabila lorong bertinkat dan banyak percabangan, oleh karena itu penelusuran goa harus dilakukan dengan cermat dan orientasi yang jelas.

4. Tenggelam, ini dapat terjadi karena nekat melakukan eksplorasi goa pada musim hujan tanpa mempelajari peta Tofografi dan Hidrologi Karst dan sifat sungai bawah tanah.

5. Hipotermia (kedinginan), apabila lokasi goa berada jauh diatas permukaan laut, adanya agin kencang yang berhembus kedalam lorong tersebut dan penelusur goa telah lama terendam dalam air.

6. Dehidrasi ini merupakan hasil penelitian dari Prancis bahwa sebelum melakukan Eksplorasi harus banyak minum air untuk mencegah rasa haus yang mengakibatkan dehidrasi meskipun dalam goa banyak ditemukan air.

7. Keruntuhan atap/dinding goa, apabila kebetulan terjadi gempa tektonik maupun vukanik. Reruntuhan atap goa yang berserakan bukan berarti atap goa itu rapuh,mungkin sudah berusia puluhan ribu tahun.oleh karena itu para penelusur goa harus mempelajari sifat-sifat batuan dinding dan atap.

8. Radiasi dalam goa, hal ini belum mendapat perhatian di Indonesia padahal di luar negri sudah menjadi nyata. Gas radioaktiv Radom dan turunannya sangat berbahaya. Penelusur goa yang bergas Radon dapat menyerat secara akumulakatif gas ini kedalam paru-paru yang dapat menyebabkan kanker paru-paru terutama bagi perokok. Oleh karena itu suatu larangan keras merokok dalam goa.

9. keracunan gas. Ini paling ditakuti orang awam, memang bahaya itu ada, terutama sirkuasi udara dalam goa kurang baik. Gas yang sering terdapat daam goa adalah CO2 karena tetesan air dari dinding dan atap goa senantiasa mendispusikan gas CO2, lebih-lebih bila terlihat akar pohon yang menjuntai, atau bahan yang membusuk di atas lantai goa. Gejala keracunan adalah sesak nafas dan terasa dalam, denyut nadi bertambah cepat melebihi keadaan normal tidak sebanding dengan aktivitas yang dilakukan, mata berkunang, sering pening dan perut terasa mual, hialang orientasi dan hilang ingatan. Gejala yang lebih akut akan timbul halusinasi, pingsan dan mati. Gas beracun juga disebabkan penggunaan dinamit untuk eksploitasi bukit kapur, hal ini terbukti di Belgia (1982) gas beracun sampai 3000 m lebih dari lokasi penelusuran goa. Maka dari itu jangan melakukan penelsuran goa apabila disekitar goa ada peledakan dinamit. Gas yang banayak kelelawarnya juga tinggi kandungan CO2nya, hal ini kelelawar banyak membutuhkan O2 saat terbang dan jika terusik keberadaannya maka kelelawar scara otomatis akan terbang. Jadi goa yang padat populasi kelelawarnya hanya dapat dimasuki pada malam hari dan lorong yang penuh kelelawarnya harus dihindari. Tumpukan guano (khususnya jenis kelelawar pemakan buah dan penghisap) yang mengalami proses permentasi akan menghasilkan CO2 yang banyak.

10. Penyakit-penyakit akibat pirus atau kuman.

· Histoplasmosis.

Sering diderita penelusur goa apabila sering memasuki goa yang banyak terdapat guano kering. Parasit kapsul atum bila terhirup akan menginfeksi paru-paru. Gejalanya mirip dengan TBC, lengkap dengan batuk berdarah, sesak nafas, tubuh lemah. Penyakit ini sering gagal diobati karena oleh dokter disangka TBC (bahkan menurut hasil Foto Rontgen), maka pasien wajib memberikan kepada dokter akan kemungkinan penyakit ini, yang baru terungkap setelah tes darah. Parasit ini bahkan dapat menyebar keseluruh tubuh, ginjal dan otak yang berakibat kematian.

· Rabies

Hal ini disebabkan oleh udara di dalam gua yang penuh dengan tetesan liur kelelawar yang mengandung virus rabies. Virus ini masuk kedalam tubuh melalui pernafasan. Kelelawar terjangkit rabies akibat menghirup/menghisap darah dari hewan yang menderita rabies.

· Mulu’feet.

Penyakit ini diderita team inggris ketika menelusuri gua mulu (serawak), banyak yang kulitkaki dan jari-jarinya terinfeksi jamur dan bakteri, oleh karma itu jangan biakan kaki terendam terlal lama.

· Gatal-gatal terutama pada bagian yang tidak tertutup pakaian.

Hal ini sering terjadi di Indonesia, yaitu berupa bintil-bintil dan konsisten selama bebeapa bulan. Hal ini disebabkan oleh gigitan kuku (Ekatoparasit) kelelawar dan juga dalam guano.

· Leptopirosis.

Penyakit ini ditinbulkan oleh kuman leptospra yang biasa ditemukan dalam kencing tikus. Jadi disarankan kepada penelusur gua agar hati-hati dalam makan, minum dan tidur/menginap dalam goa.

11. Gigitan binatang berbisa/beracun.

Hal ini sering disebabkan oleh ular, kalajengking, lipan yang terporot melalui atap gua atau hanyut oleh banjir. Gigitan apapun harus dianggap serius, dan penelusur yang terkena gigitan harus segera dibawa keluar gua guna menghindari akibat yang lebih fatal. Oleh karena itu kegiatan penelsuran gua harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati, terutama bila memegang dinding/atap gua guna keseimbangan tubuh.

12. Keracunan bahan polutan air.

Hal ini disebabkan oleh tetesan air dari plafond gua yang merupakan resapan air dari atas permukaan tanah yang mengandung berbagai infektisida dan pupuk kimia yang merupakan polutan air. Hal ini terbkti dari hasil penelitian lembaga Ekologi UNPAD pada tahun 1989, yang menemukan kandungan DDT dalam tetesan air dalam plafon gua petruk

1. Sambaran

Masuk goa tidak menghindarkan seseorang terhindar dari sambarang petir,karena jauh dikedalaman goa petir masih bisa menyambar.

2. Kegagalan atau kesalahan teknis peralatan

Hal ini dapat terjadi apabila kurang pesiapan yang dilakukan sebelum melakan penelusuran/rusaknya peralatan keitka penelusuran.berapapun tingkat kesukuran goa rendah maupun tinggi tetap aka menberikan akibat yamg fatal jika terjadi keteledoran maupun kealpaan dalam peralatan.oleh karena itu pesiapan dan checking peralatan merupakan kewajiban mutlak yang harus dilakukan sebelum melakukan penelusuran goa.

3. akibat cave diving. hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya kehati-hatian dan Disiplin terhadap waktu, jarak tempuh, dan medan yang dihadapi .

mengingat begitu banyak bahaya yang mengintai pada cavers pada saat melakukan tindak tanduk penelusur goa itu sendiri,oleh karena itu HIKESPI telah menyusun ringkasan singkat dan mudah diingat, yaitu:

a. Kemana anda pergi memasuki goa, beritahukan teman atau keluarga mengenai kapan anda pergi kelokasi yang akan ditujuh dan kapan anda pulang.

b. Empat orang jumlah minimal dianggap aman untuk menelusuri goa.bila satu kecelakaan, satu menemani sedangkan yang dua keluar mancari bantuan.

c. Alat-alat yang dipakai /dibawah harus memadai dan setiap pemakai harus tahu betul cara penggunaanya.

d. Membawa sumber cahaya, lengkap dengan cadangannya adalah kewajiban mutlak

e. Ajak selalu orang yang lebih berpengalaman dalam teknik penelusuran goa dan berwibawa serta tahu betul kondisi lingkungan bawah tanah.

f. Nafas sesak dan tersengal-sengal merupakan tanda bahwa ruang penuh dengan karbon dioksida/CO2 , oleh karena itu secepatnya keluar dari goa.

g. Akal sehat,keterampilan, persiapan yang matang, perhitungan cepat dan tepat, dan berpengalaman menjadi pegangan penelusuran goa bukan adu nasib atau kenekatan.

h. Naluri keselamatan yang ada pada setiap penelusur goa harus dikembangkan dan diperhatikan,karena naluri ini sering diandalkan sebagai pengaman ampauh.

b) SPEOLOSENTRISME.

Perlu diakaui bahwa pemikiran dari segi bahaya penelusuran terhadap goa tidak mendapat perhatian yang seimbang. Hal ini disebabkan akibat keacuhan, kurang pengertian terhadap bentukan alam yang begitu peka, dan rendahnya daya dukungan serta daya lentingnya. Akibat orang memasuki goa dapat dari serial fotoyang sering dibuat di Eropa dalam jangka waktu 10 tahun sampai 50 tahun.apa yang terlihat pada tahun 1800 masih merupakan goa yang utuh, pada tahun 1850 goa ini mulai rusak total.dijawa tengah yang dapat dijadikan contoh adalah goa intan sebuah goa jatijajar.yang semula indah sebelum PD II tapi kini rusak total.satu satunya cara mencegah pengerusakan goa adalah dengan dianutnya:

1. Kode Etik penelusuran goa.secara Internasional disepakati bahwa menjelaskan atau mennberitahukan lokasi goa kepada orang awam, apabila melalui media massa adalah pelanggaran Kode Etik terberat apalgi penemu belum yakin ada instansi yang dapat melingdungi goa itu atau belum ada yang berkompeten mengelola goa tersebut.

2. Harus ditetapkan system perijinan dan rekomendasi yang ketat untuk menelusuri goa-goa yang belum dibuka untuk umum.hal ini secara konsekwen harus diikuti oleh perorangan atau instansi manapun yang ingin goa tersebut.harus jelas tujuannya dan harus ditindak lanjuti dengan penyerahan laporan yang bermutu.pemberian rekomendasi dan harus bertanggung jawab dan ikut dipersalahkan,apabila terjadi kesalahan atau kemunduran kualitas goa tersebut.

3. Secara konsekuen diterapkan undang-undang yang tepat guna melindungi goa dan biota didalamnya, di USA semua tindak pengerusakan goa dikenakan denda US $ 500. Undang-undang lingkungan hidup harus ditegakkan secara konsikuen.

4. Akses harus tetap dibiasakan sulit, karena sekali akses dipermudah para vandalis berbondong-bondong akan mendatangi goa dan merusaknya.

5. larangan media massa menerbitkan artikel mengenai goa-goa indah dan peka.hal ini sulit diterapkan dan butuh pengertian dan pemahaman dari media massa, karena publikasi mengenai lokasi goa senantiasa berbau publistis untuk memenuhi ego sipenyebar berita. Hampir tidak ada pemikiran atau tanggung jawab moral dari sang penyebar berita, akan bahaya pengrusakan goa oleh tindakannya itu. Jadi si penyebar berita adalah manusia yang tidak bertanggung jawab.

6. Jangan mengajak sembarangan orang memasuki goa, karena belum tentu orang yang anda ajak menjunjung tinggi Etika konservasi goa dan mengantar orang masuk goa padahal belum kenal orang itu merupakan pelanggaran Etika. Sering tindakan itu hanya di dasari ingin pamer biar dirinya dianggap orang terkenal padahal ia sebenarnya orang yang tidak bertanggung jawab.

7. Goa tertutup, biasanya dengan pintu goa (cave gate) yang desainnya khusus agar tidak merusak masuknya biota goa khususnya kalelawar dan burung wallet

8. Memperkenalkan goa, biar di anggap keramat dan dijaga oleh juru kunci yang senantiasa mengawasi kegiatan penelurusan goa.

9. Melarang total memasuki goa. Hal ini di perlukan untuk goa yang memiliki nilai ilmiah , nilai strategis dan kepekaan tinggi. Juga goa yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi oleh karena adanya sarang burung wallet.. pelarangan harus dilakukan dengan konsekwen dengan menempatkan penjaga di mulut goa..

10. Tidak menyebarkan laporan dan peta goa.. laporan hanya untuk diserahkan kepada instansi pemberi ijin dan rekomendasi , atau pada instansi yang mempunyai kepentingan (PUSLITARKENAS, LIPI, dll).

Bahanya yang dapat ditimbulkan oleh penelusuran goa dan isinya banyak sekali baik yang sifatnya permanen atau sepintas, kmulatif atau sinergistik. Pengrusakan permanent contohnya seperti pemugaran goa dan patung-patung, walaupun patung-patung di singkirkan atau di keluarkan , goa tersebut sudah tidak bisa diperbaiki karena sudah terlanjur rusak. Juga apabila sediment goa di bongkar seperti pernah di anjurkan oleh ahli Geologi untuk memugar suatu goa di jawa tengah, karena sediment goa adalah tapak sejarah yang tidak bisa diganti. Para ahli Arkeologi , peleontologi palinologi, sedimentologi (paleomagetisme) akan kehilangan jejak untuk menemukan penelitian fosil-fosil jaman prasejarah . apbila sediment goa terusik atau di bongkar hanya untuk memudahkan turis umum memasuk goa..

· EFEK KOMULATIF

Terjadi apabila orang mengakibatkan gangguan yang sifatnya penjumlahan sedehana . misalnya 10 orang akan meninggalkan jejak 10 kali lebih banyak dari pada jejak 1 orang.

· EFEK NEGATIF

1. Memasukkan bakteri/kuman cendawan ., ragi dari luar goa dan merusak ekosistem.

2. Suara-suara yng ditimbulkan oleh penelusur mengusik ketenangan abadi yang secara otomatis akan mengganggu biota goa yang sudah mengadaptasikan diri pada kesunyian yang abadi.

3. Lampu yang terang benderang akan dapat menimbulkan biota goa dan Algea yang merusak.

4. Bau karbit dan asap obor juga merusak dan mengganggu lingkungan serta biota goa

5. Coret-coret pada dinding atau ornament goa /vandalisme..

6. Pengambilan atau pematahan ornament goa unktuk cendra mata dan menginjak formasi kalsit atau gypsum yang teramat peka dan mudah rusak.

7. Mencemari air dalam goa dan sisa karbit, makanan dan minuman.

· EFEK SINERJIK

Terjadi apabila banyak orang mengakibabtkan gangguan yang sifatnya penjumlahan sederhana. Misalnya : 5 kali masuk goa yang banyak kelelawarnya dalam satu hari, menimbulkan gangguan yang tidak sama dengan penjumlahan yang sederhana (5 kali)teganggu. Kelelawar skali terusik akan terbang dan pindah tempat.

Setelah kita tahu dan pentingnya Etika dan bahaya penelusuran goa yang merupakan rule play dalam eksplorasi goa yang memuat berbagai hal tentang penanggulangan prefentif bagi keselamatan dan kelestarian ekosistem goa, sebagai caver sejati harus memahami dan melaksanakan aturan-aturan tersebut. Satu hal yang harus diingat bahwaa segala sesuatu harus kita persiapkan dengan matang dan safety procedure, setelah itu kita serahkan pada yang kuasa karena segala sesuatu tegantunmg pada Allah SWT.

0 Responses to “KEWAJIBAN PENELUSUR GOA”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,191 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: