SURAT BUAT KAWANKU DI BANGKU RAKYAT

Assalamualaikum wr. Wb.

Salam Pembebasan…!!!

Pertama—tama, maafkanlah aku yang hanya seorang rakyat kecil di Kolaka ini yang mungkin tidak terpikirkan oleh kalian telah berani sekali menulis surat ini kepada kalian sebagai ungkapan keresahan hati hidup di bumi Mekongga ini. Banyak hal yang ingin kuutarakan dalam surat ini, tapi aku masih bingung untuk memanggil kalian siapa atau apa?. Mungkin baiknya aku panggil kalian Bapa-bapa ata Ibu-ibu saja… Tapi itu terkesan kaku sekali dan terlalu formal. Walaupun kalian cocok dengan panggilan itu, karena kalian memang seperti Bapak dan Ibu saya di rumah yang bertanggung jawab mengatur saya. Apalagi penampilan kalian dengan pakaian yang wah….selalu rapi dengan safari, berdasi dan kadang-kadang berkopiah dengan sepatu mengkilap. pokoknya serba teraturlah pakaian kalian…ya..harusnya kalian teratur karena kalian adalah aparatur negera. Kalian adalah tauladan kami.
Tapi kayaknya panggilan Bapa-bapa dn Ibu-ibu belum cocok! Belum cocok bukan bukan berarti tidak cocok, karena sepanjang penglihatan saya masih banyak persoalan dan agenda-agenda untuk rakyat belum terselesaiakan dan teratur. Diantara kalian saja masih ada yang belum bisa atur diri sendiri. Aku sering lihat kok…..kalian ada yang tidur-tiduran waktu sidAng mengenai kami rakyat kecil. Entah kalian habis bergadang atau semalam lagi asyk goyang inul atau capaek dari perjalanan dinas….?entahlah ..wallahu Alam. Malah ada diantara kalian yang sering tidak datang ke gedung yang kami pinjamkan itu.
Pemberitahuan izin atau surat sakit tidak ada…..padahal anak SD saja takut kalau absent/alfa apalagi tak bikin surat pemberitahuan. Pokoknya panggilan Bapak atau ibu belum cocok buat kalian, karena bisa juga diantara kalian ada yang tersinggung nantinya…panggilan bapak dan ibu sepertinya terlalu tua kedengarannya bagi kalian yang masih bujangan dan masih muda. Dan yang lebih parahnya kalau diantara kalian ada yang Bencong atau Banci…maaf…sekali lagi maaf. Bukan menghina. Kan… tidak cocok kalau panggilan bapak dan ibu buat banci dan bencong.
Terkadang aku sulit membedakan kalian yang mana laki dan yang mana perempuan. Terkadang yang laki-laki perutnya buncit dan gendut seperti perempuan hamil….kok ada laki-laki hamil ? Aneh memang tapi itu kenyataan yang terihat pada kalian. Apa kalian tidak pernah berolah raga?atau kalian terlalu banyak makan….?jangan rakus bro, tidak baik buat kesehatan.
Kalian pasti berfikir kalau suratku ini telalu berbelit-belit. Syukurlah kalau kalian masih bisa berfikir, karena kata fhilsuf “eksistensi kita jelas sebagai manusia”. Ingat!!! Kita adalah manusia bukan binatang. Tapi aku masih heran banyak diantara kalian yang berdasi kelihatan mirip seperti binatang. Seperti tikus yang suka menyelinap menggeroogoti keju didalam Kulkas. Itu lho…ada uang Negara terkadang lenyap di gerogoti….atau memang kalian tikus…?ha….ha…lucunya kalo ada tikus berdasi…
Maaf kalau aku memang berbelit-belit, tapi aku memang lagi terbelit kemiskinan. Aku mau curhat nih…Aku heran sudah banyak usaha yang aku lakukan, tetapi begitu-begitu saja hasilnya. Kadang aku menanam padi di sawah tetapi setelah panen harga beras dan gabah turun. Apalagi banyak hama di sawahku…hama werrenglah, hama tikuslah….eh tikus lagi !
Mungkin aku tidak tahu cara bercocok tanam yang baik ya..?maklumlah aku kan hanya lulusan SD. Maunya sih jadi sarjana ahli pertanian….tapi di Indonesia mahalnya minta ampun kalau mau jadi sarjana…, aku hanya bisa bercita-cita. Tapi yang mengherankan aku lagi banyak teman-teman yang nasibnya sama denganku. Tapi untunglah kami selalu panen walaupun kami rugi. Beras dan gabah harganya masih begitu-begitu terus….tidak seperti BBM yang selalu naik tiap tahunnya……..apalagi sudah ada beras imfor. Aku pernah berfikir bersama teman-temanku untuk mogok menanam padi, soalnya kami dilecehkan dengan imfor beras dari luar dan menjualnya lebih murah dibanding beras yang kami hasilkan. Kami pikir lebih baik bertani BBM atau listrik saja, karena harganya selalu naik……lucu ya..?Tapi jangan tertawa…!!!kalau kami serius mogok bertani, mau makan apa kalian nantinya ?
Oh ya… Kembali ke Laptop…soal panggilan yang cocok buat kalian. Mungkin panggilan Tuan-tuan dan nyonya yang cocok. Baiklah akan kupanggil kalian “Tuan-tuan dan Nyonya…..!” tapi sepertinya panggilan itu lebih tidak cocok lagi. Aku kedengarannya seperti memanggil Majikan atau raja. Padahal majikan atau raja yang sebenarnya adalah aku dan teman-temanku. Bukankah kalian tidak ada bekerja kalau aku tidak menyuruh kalian? Pendeknya…kalian ada karena kami ada. Jadi kalian tergantung pada kami, kalian adalah pesuruh kami. Tapi kalian kok lebih banyak dapat duit daripada kami?dapat darimana?Rejeki?syukurlah kalau itu rejeki kalian…asal jangan sambar sana, sikat sini!!!ingatlah kami bisa memberhentikan kalian. Jadi yang sebenarnya kamilah yang cocok dipanggil Tuan-tuan dan Nyonya. Tapi kami tidak gila hormat. Kami hanya mau kedaulatan kami, agar kami dan kalian dapat hidup damai dan tenteram….wah aku jadi romantis…..
Jadi baiknya aku panggil apa kalian….?begini saja bagiamana kalau aku panggil kalian “Kawan” saja..Ok. Kan.. lebih kedengaran akrab….baiklah kawanku yang ada di bangku rakyat ..apa kabar kalian hari ini?Jangan marah kalau laptop kalian dikembalikan, jangan sebel kalau tunjangan kalian dikembalikan…..sabarlah, karena kami masih butuh makan daripada laptop dan tunjangan kalian. Kan kita adalah kawan yang mestinya bersahabat dalam suka dan duka.
Sebenarnya masih banyak yang ingin kusampaikan dalam suratku ini kawan…tapi sebaiknya akau sampaikan langsung saja kepadamu nanti…tunggulah aku didepan pintu masuk kantormu. Jangan tutup apalagi menguncinya dan menempatkan anjng-anjing penjaga yang ganas. Aku datang dengan damai…..sebagai kawan bukan lawan. Aku percaya kalau kalian dapat mermbuka pintu dan melebarkan jalan demokrasi. Tapi kalau kepercayaan itu kalian khianati……aku tidak akan mundur….tidak setapak pun…akan kusiapkan untukmu sebuah kado pemberontakan…!!!
Sekian dulu surat ini….lain kali kita bertemu langsung kalau kalian berumur panjang. Tapi Kalau kalian ingin sekali menemuiku, karena kalian tersinggung….aku selalu ada di sawahku…..

Dari aku

Rakyat Petani

( https://korpcitaka.wordpress.com/buku-tamu/#comment-228 )

1 Response to “SURAT BUAT KAWANKU DI BANGKU RAKYAT”


  1. 1 ariefmyguitar Agustus 18, 2008 pukul 9:58 am

    Seandainya semua pemikitan rakyat seperti anda, InsyaAllah tidak ada atas2an yang seperti di atas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,495 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: