SUARA TERBANYAK vs NOMOR URUT

Oleh: Zainal Abidin, S.Sos

Sekretaris Forum Masyarakat Lokal (FORMAL) Kabupaten Kolaka

Pemilu kali ini memberikan warna lain dibanding pemilu 2004 sebelumya Bagai jamur yang tumbuh di musim penghujan seperti itulah perumpamaan yang muncul ketika melihat realitas yang terjadi pada saat ini para bakal calon legislatif bermunculan dimana-mana berlomba ambil bagian dalam pemilihan umum legislatif, dimulai dari pencarian partai sebagai instrumen politik sampai pada pencarian nomor urut walau pada posisi penutup (juru kunci), yang jelasnya dapat terakomodir menjadi salah satu kandidat pada pemilu legislatif 2009 mendatang.

Wacana suara terbanyak bagai kembang gula dan candu yang sangat menggiurkan sehingga membuat para bakal caleg terlena untuk ikut berkompetisi yang jelas merasa diri populer atau mememiliki dana (kost) tanpa menghiraukan Sumber Daya Dukung lain. Anggapan yang muncul bahwa siapapun yang memperoleh “suara terbanyak” maka secara otomatis dialah yang akan terpilih menjadi anggota legislatif tanpa mengkaji/memperhatikan aturan yang ada. belum lagi masuk pada wilayah motivasi dan apa yang akan diperbuat apabila benar nantinya terpilih?

Dalam UU RI No.10 tahun 2008 tentang PEMILU, DPR, DPRD dan DPD Pasal 214 pada dasarnya memberikan peluang yang sangat besar kepada calon yang memiliki nomor urut kecil untuk dapat menduduki kursi legislatif, terkecuali pada calon yang memperoleh suara 100% (seratus persen) dari Bilangan Pembagi Pemilih ( BPP ).

Dari penjelasan undang-undang diatas sangatlah jelas bahwa pada pemilu kali ini menganut sistem perpaduan antara suara terbanyak dengan nomor urut. suara terbanyak bukanlah hal yang mutlak untuk dapat menjadi anggota legislatif tanpa menghiraukan nomor urut yang masih memegang peranan sangat strategis dalam pemilu legislatif mendatang.

2 Responses to “SUARA TERBANYAK vs NOMOR URUT”


  1. 1 Anggi Agustus 20, 2008 pukul 6:34 pm

    Anda membaca UU hanya separuh, UU tersebut mash ada kelanjutannya.
    Coba di kaji lagi

  2. 2 korps citaka Agustus 21, 2008 pukul 3:36 pm

    Terima kasih atas tanggapan Anda…

    Insya Allah UU tersebut akan kami kaji ulang.
    Mengenai tanggapan anda kami masih kurang paham apa substansinya. Untuk sharing mengenai hal ini silahkan kontak kami via Email: nall@e-citaka.co.cc.

    Terima kasih
    Zainal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,191 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: