Merdeka Atoe Mati

Judul kalimat tersebut diatas pada jaman revolusi dapat kita jumpai disetiap sudut-sudut kota bahkan sampai di pelosok-pelosok pedesaan, kalimat merdeka atau mati yang ditulis oleh para pahlawan kita dahulu bukan hanya slogan belaka mereka membuktikan makna dari kalimat tersebut. Untuk membebaskan negeri ini dari belunggu penjajahan para pahlawan kita berjuang mengorbankan jiwa raga mereka demi satu kata yakni MERDEKA meski untuk meraih kemerdekaaan tersebut mereka (pahlawan) kita harus gugur dimedan perang, dan puncak perjuangan para pahlawan kita yakni pada saat Sang Saka Merah Putih di kibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 ini adalah momentum yang sangat bersejarah di negeri ini dan itu bukan berarti perjuangan telah usai tetapi justru perjuangan semakin berat karena harus berjuang mempertahankan kewibaan Sang Saka Merah Putih agar tetap berkibar di negeri yang sama kita cintai ini Ibu Pertiwi.

Bangsa Indonesia baru saja usai memperingati dan merayakan momentum yang yang sangat bersejarah tersebut, selesai pula kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan kita, tapi pernahkah di hari yang sangat bersejarah tersebut kita meluangkan waktu untuk jedah sejenak mencamkan makna kalimat Merdeka atau Mati yang sesungguhnya yang sesuai dengan keadaan kita di alam kemerdekaan ini, karena kata Merdeka untuk jaman sekarang bukan berarti Kebebasan untuk berbuat sekehendak kita atau apa saja yang diinginkan dapat dilakukan misalnya mengambil yang bukan haknya (uang rakyat misalnya) karena mengaggap diri sebagai penguasa atau raja di suatu daerah sehingga kata Mati itu hanya untuk rakyat kecil yang tidak berdaya karena hak mereka telah dirampas oleh Kemerdekaan seorang Penguasa.
Ayo mari sebelum terlambat kita merenung sejenak untuk mencari makna yang sesungguhnya dari Kalimat Merdeka Atau Mati sehingga kelak anak cucuk kita tidak mempertanyakan dan meragukan Nasionalisme dan sikap Patriotisme kita.
Bertepatan di hari Proklamsi RI ke-63 crew Korps Citaka Indonesia telah berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak gunung Mekongga, beginilah salah satu cara pemaknaan Kalimat Merdeka atau Mati dari sebagian kecil masyarakat biasa yang terhimpun dalam satu wadah cinta alam yakni Korps Citaka Indonesia, mereka berhari-hari berjalan mendaki gunung berjuang menghadapi ganasnya alam demi satu tujuan yakni Sang Saka Merah Putih harus dapat berkibar di Puncak gunung Mekongga crew citaka menyadari bahwa Sang Saka Merah Putih pertama kali akan dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 membutuhkan proses perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan bahkan pengorbanan jiwa raga.
Sang Saka Merah Putih boleh saja usang, tapi Nasionalisme takkan pernah Pudar.

1 Response to “Merdeka Atoe Mati”


  1. 1 Chinnox 249 Agustus 28, 2008 pukul 11:59 am

    Gie pernah berkata, yg maknax antara lain nasionalisme tdk akan lahir dri slogan2. Ekspedisi Mekongga adalah langkah nyata tuk sebuah nasionalisme. Sebab, kata Gie, kta tdk akan mengenal negeri ini klu kta tdk dekati alam n rakyatx. Itu salah satu alasan mengapa Gie naik gunung. Sepakat dgn penulis artikel “MERDEKA ATAOE MATI” memang nasionalisme tak pernah akan mati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,495 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: