Pengelolaan Potensi SDA SULTRA Tidak Maksimal

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, SE menyatakan kehadiran PT Inco yang menguasai 68.000 hektare lahan tambang nikel di daerah ini, sangat merugikan masyarakat Sultra. Ini karena perusahaan asing itu hanya mnguasai lahan, tanpa melakukan eskploitasi atau mendirikan industri nikel di daerah ini.
“Memang perusahaan itu setiap tahun membayar land rent (sewah tanah-red) atas lahan yang dikuasainya. Namun, nilai yang dibayar itu jauh lebih kecil dibanding manfaat jika perusahaan pembangunan industrinya di Sultra. Karena itu, saya menilai perusahaan yang hanya menguasai lahan tapi tidak mendirikan industri nikel itu, sangat merugikan masyarakat Sultra,” tutur Gubernur Nur Alam kepada wartawan di Kendari, Minggu (28/9).
Menurut Nur Alam, banyak perusahaan tambang berminat menambang nikel di Sultra. Namun, karena sebagian besar lahan yang mengandung nikel sudah dikuasai PT Inco melalui kontrak karya, perusahaan yang berminat itu tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kalau lahan itu diberikan kepada perusahaan lain yang bersedia membangun industri nikel di daerah ini, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh masyarakat Sultra. Selain memperoleh pajak dari hasil produksi nikel, juga putra-putri di daerah ini bisa mendapat kesempatan kerja, baik sebagai karyawan perusahaan maupun buruh pabrik,” tuturnya.
Nur Alam mengaku sudah beberapa kali menemui manajemen PT Inco, membicarakan kemungkinan perusahaan itu mendirikan industri nikel di Sultra. Namun, dari beberapa kali pertemuan, pihak manajemen perusahaan itu tidak punya niat sama sekali untuk mendirikan industri nikel di daerah ini.
“Kelihatannya, perusahaan itu hanya menghalangi perusahaan untuk berinvestasi di bidang industri nikel di daerah ini. Makanya saya menganggap perusahaan itu sangat merugikan masyarakat Sultra,” ujarnya.
Nur Alam mengaku saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung di daerah ini, Kamis (25/9) lalu, dirinya mengadukan masalah itu agar izin kontrak perusahaan tersebut ditinjau ulang. Paling tidak, sebagian lahan yang dikuasainya diberikan kepada perusahaan lain yang mau mengolah nikel.
“Pak Presiden sangat merespons itu dan meminta saya membuat kajian mengenai untung rugi dari keberadaan lahan tambang itu. Beliau mengundang kami bersama para bupati se-Sultra, untuk presentasi masalah itu di Jakarta, Oktober mendatang. Kami sudah siap untuk itu,” ujar Nur Alam.
Seperti diketahui PT Inco menguasai lahan tambang nikel di Sultra seluas 68.000 hektare sejak tahun 1968 melalui kontrak karya. Perusahaan tersebut memperpanjang kontrak karyanya tahun 1996 sebelum kontrak karya pertama untuk jangka waktu 30 tahun berakhir. Di masa Gubernur Sultra dijabat La Ode Kaimuddin, berkali-kali disampaikan kepada pemerintah pusat agar kontrak karya PT Inco ditinjau ulang. Namun, tidak pernah mendapat tanggapan.
(agus sana’a)

sinarharapan.co.id

2 Responses to “Pengelolaan Potensi SDA SULTRA Tidak Maksimal”


  1. 1 iwan_pml Juli 12, 2009 pukul 1:22 pm

    pemerintah sultra menbicarakan tentang INCO karena INCO tdk memberikan sumbangan kepada gubernur jadi kontark karya INCO jd sorotan kenapa baru sekarang gubernur mau bahas itu kurangkah uang yang dari PT. ANTAM atau tdk cukup dibagi-bagi untuk. seharusnya pemerintah bersukur kepada INCO karena tdk menambah manusia yang korupsi.

    apa yang gubernur telah berikan kepada rakyat sultra selama ini yang hanya pandai menghujat INCO yang jelas2 telah membantu masyarakat kabupaten kolaka pada khususnya

  2. 2 dwi_mksrk Juli 12, 2009 pukul 2:25 pm

    seharusnya gubernur memberikan contah yang baik kepada instansi lain supaya tdk asal ngomong.knapa tdk maksimal pengelolaannya karena telalu banyak uang yang ingin diminta pemkot sultar suapaya kesannya gubernur terpilih berhasil membangun daerahnya sultar ingat INCO sebahagian tanahnya ada dikabupaten kolaka jd jgn krn gubernur mau seenaknya sj. berapa milyar gubernur ambil uang dari PT. Antam trus kembalinya kemasyarakat kolaka, pomalaa khususnya berapa n apa terobosan gubernur selama ini buat masyarakat pomalaa
    jangan jadi pahlawan kesiangan untuk masyarakat kabupaten kolaka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,191 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: