MOUNTAIN SICKNESS ( Bag. 2 )

Penyakit Gunung. Semakin tinggi suatu daerah semkain rendah kadar oksigennya. Ini mempengaruhi aktivitas seorang pendaki gunung karena Hipoksia. Pengaruh kekurangan oksigen ini tergantung  pada masing-masing individu, terutama kesegaran jasmaninya. Ada pendaki gunung yang sudah terkena pengaruh pada ketinggian 2000 meter , tetapi ada juga yang baru merasakannya pada ketinggian 4000 meter atau lebih.

Pendaki yang terkena pengaruh hipoksia akan memperlihatkan gejala-gejala yang disebut “penyakit gunung” (Mountain Sickness). Biasanya gejala ini muncul karena pendaki gunung terlalu cepat mencapai disuatu ketinggian. Kumpulan gejala tersebut berupa pusing. Nafas sesak,  tidak nafsu makan, mual, muntah, kedinginan, badan terasa lemas, perasaan malas sekali, jantung berdenyut lebih cepat, dan sakit kepala, selanjutnya penderita tidak dapat tidur, muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.

Pada umumnya gejala-gejala ini akan menghilang setelah beristirahat, yaitu selama 24 sampai 48 jam kemudian. Karena itu, penderita penyakit gunung dianjurkan untuk beristirahat agar kebutuhan tubuh akan oksigen dapat dikurangi. Tetapi kalau usaha ini tidak berhasil, maka penanggulangan yang tepat adalah menurunkan si penderita dari ketinggian.  Cara lain untuk mengatasinya ialah dengan bernafas dalam-dalam dan cepat agar oksigen banyak yang masuk kedalam sistem pernafasan kita, tapi cara ini sangat melelahkan dan lama-kelamaan  akan menimbulkan pusing atau bahkan mual akibat pengaruh kehilangan karbon dioksida.

Edema Paru ; Kebocoran plasma darah kedalam jaringan paru-paru menyebabkan kantung-kantung udara tidak efektif lagi untuk pertukaran oksigen dengan karbondioksida. Ini yang menyebabkan apa yang disebut edema paru.

Gejala-gejala edema paru biasa  muncul setelah kira-kira ketinggian 3000 meter, yaitu 12 jam sampai 36 jam setelah si penderita kekurangan oksigen. Semakin besar pengerahan tenaga di ketinggian yang kurang oksigen itu, semakin berkembang edema paru.  Untuk penanggulangan yang segera dilakukan adalah beristirahat.

Sepintas gejala-gejala edema paru mirip dengan penyakit gunung yang akut (AMS; Acute Mountain Sickness). Gejala-gejala tersebut adalah : Nafas terputus-putus (dada terasa terhimpit), mual, tidak nafsu makan, batuk kering yang dilanjutkan dengan batuk berdahak, dahak berdarah, denyut nadi sangat cepat (120 sampai 160 per menit), nafas terdengar rebut (suara bergelembung dari dada), serta kuku, muka, dan bibir kebiru-biruan). Segera turunkan penderita dari ketinggian. Bila penderita kehilangan kesadaran disertai dengan gelembung busa putih atau merah jambu di mulut atau hidung. Begitu gejala pertama muncul (pusing sekali dan batuk-batuk) secepatnya lakukan evakuasi dengan membawa korban ketempat yang lebih rendah.

Sebelum melakukan pendakian sebaiknya lakukan proses Aklimatisai terlebih dahulu.

Kepanasan; Rasa panas yang berlebihan disebut lejar panas (heat exhaustion) dapat dialami oleh seseorang karena keadaan alam yang panas atau karena fisiknya yang lemah. Keadaan ini menyebabkan urat-urat darah di bawah kulitnya mengembang, sehingga aliran darah ke otak dan organ penting lainnya berkurang. Timbul gejala-gejala:  mual, pusing, haus, sakit kepala, kulit lembab dan dingin, tidak sadar  diri, dan mungkin urat nadi berdenyut keras.

Aklimatisasi yang kurang terhadap panas, terjadinya dehidrasi atau kekurangan garam dalam tubuh, membuat seseorang peka sekali terhadap rasa panas. Untuk menanggulangi ini, si penderita harus beristirahat di tempat yang teduh, lalu diberi minum air dingin yang diberi garam atau tablet garam.

Terik matahari dapat membuat rasa panas yang luar biasa, menimbulkan gejala yang disebut sengatan panas (heat stroke atau sun stroke, yaitu muka merah dan panas, denyut urat nadi cepat, sakit kepala, lemah, dan malas. Tempatkan  segera sipenderita ditempat yang sejuk, lalu dinginkanlah dengan cara merendam kepalanya dengan air, segera minum dengan air dingin secara terus menerus.

Radang Dingin; Di gunung es, udara sangat dingin bias mempengaruhi otot sehingga menyulitkan koordinasi tubuh, kalau ini terjadi si penderita akan sulit meyalakan korek api, membuat simpul tali, atau memegang benda-benda kecil. Kalau tempratur kulit menurun dibawah 10 derajat celcius, sentuhan rasa sakit di kaki atau lengan tidak terasa. Begitu tempratur menurun lagi panyakit radang dingin (frostbite) akan timbul. Sebagai akibat membekunya air didalam sel-sel antara kulit dengan kapilar (pembuluh darah terkecil).

Radang dingin ditandai oleh kulit yang pucat dan berwarna putih keabu-abuan . Rasa sakit mula-mula muncul, tetapi kemudian mereda. Bagian yang terkena radang dingin terasa dingin atau bahkan mati rasa. Dan akan terjadi pembekuan otot kemudian ketulang, kalau tidak dihentikan pembekuan akan meluas. Sehingga satu-satunya jalan untuk menghentikannya adalah memotong (amputasi) bagian yang terkena radang dingin itu.

Buta Salju ; Semakin tinggi suatu daerah, semakin besar pengaruh ultraviolet. Kalau pengaruh ini berlangsung terus menerus, terutama digunung  es, permukaan mata akan terbakar dan jaringan kulit disekitarnya akan menyebabkan penyakit yang disebut Buta Salju. Penyakit ini tidak timbul seketika, tetapi delapan sampai dua belas jam kemudian. Mula-mula mata terasa perih dan kering, baru kemudian merasa seperti  “ terisi oleh pasir”. Menggerakkan dan mengedip-ngedipkan mata akan terasa sakit, air mata banyak bercucuran, kelopak mata merah dan bengkak.

Buta salju akan menghilang sendiri beberapa hari kemudian, dan yang terpenting adalah beristirahat, tutuplah mata dengan kain bersih, jangan sekali-kali menggosok-gosok mata, karena dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.

8 Responses to “MOUNTAIN SICKNESS ( Bag. 2 )”


  1. 1 Rina Agustus 4, 2009 pukul 7:21 pm

    Materinya ok juga, gimana ya biar gak kena Radang Dingin (frostbite) ?

  2. 2 korps citaka Agustus 7, 2009 pukul 9:42 pm

    To Rina
    Untuk terhindar dari radang dingin adalah dengan pencegahan. Memakai perlengkapan untuk menahan dingin terutama di gunung es, misalnya dengan memakai kaos kaki wol, mitten, down jacket, double mountain boot, dan sebagainya. kalau terasa ada bagian badan yang dingin, segera tutupi dengan perlengkapan tambahan. Lakukanlah gerakan-gerakan untuk menangulanginya. Misalnya dengan melatih jari-jari dan pergelangan kaki.

  3. 3 sukarya by burial Januari 4, 2010 pukul 8:36 pm

    thx buat informasi’a
    kalo terkena buta salju trus pake kain basah cepat sembug
    di bandingkan dengan kapas basah / bonteng !!

  4. 4 Anonim September 5, 2010 pukul 11:30 am

    Nindy mau tanya, kalo aklimatisasi yang idealnya berapa lama?
    Makasi

  5. 5 Korps Citaka September 5, 2010 pukul 7:01 pm

    To. Nindi

    Waktu yang diperlukan untuk melakukan Aklimatisasi tergantung medan yang akan di”Garap” Aklimatisasi makin lama makin baik namun kita kadang terkendala oleh “waktu ekspedisi” nah, untuk itu kita hanya bisa melihat kondisi Team ketika Aklimatisasi dilakukan. Kalau “Penyesuaian” sudah dirasakan cukup maka itulah waktu ideal Aklimatisasi….

    Terima kasih atas kunjungan anda
    Korps Citaka

  6. 6 murdock212 (PSYCHOPALA) November 27, 2010 pukul 5:01 pm

    Terima kasih atas infonya… salam lestari…

  7. 7 fahmy Maret 18, 2011 pukul 12:10 am

    materinya bagus dan ada hubungan nya sama skripsi gw….oia boleh minta referesi judul buku ga tentang pernyataan bahwa denyut nadi yang menderita AMS sekitar 120-160 permeninya…????


  1. 1 Mountain Sickness Bag 2 Lacak balik pada Januari 4, 2012 pukul 9:30 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,495 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: