Dari perjalanan ini berbagai jenis flora didata dan dikumpulkan (dikoleksi) yang akan menjadi bahan riset oleh Herbarium Wallacea Sulawesi Utara dan LIPI. Dari hasil sementara , menurut management Tim SFE 2005 Marthen Theo Lasut, M.Si. yang ikut dalam ekspedisi ini bahwa Mekongga menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang sangat berharga bagi kehidupan di bumi dan setidaknya lebih 10 jenis specimen baru terdapat dipegunungan ini dan bisa jadi ini merupakan penemuan spektakuler dan sangat berharga bagi ilmu pengetahuan. Dari hasil identifikasi sementara jenis specimen baru itu diantaranya: Hoya, jamur, Vacsinium, Rotan, dan berbagai jenis Anggrek serta Pandan….

Yang sangat disayangkan dikawasan ini sudah pernah dieksploitasi di sisi sebelah baratnya oleh pemegang HPH hutan tanaman industri (HTI) pada tahun 1975-1995. bekas-bekas jalan pengerasan yang merupakan jalan bagai kendaraan-kendaraan alat berat pemuat kayu masih terliahat. Menurut laporan penduduk sekitar kaki gunung sekitar 10 tahun lebih HTI beroperasi mernguras habis berbagai jenis kayu kelas tinggi di kawasan ini, sehinbgga sudah sangat jarang kita menemukan kayu-kayu kelas tinggi tersebut. Belum lagi revegetasi dilakukan hanya didaerah yang mudah terlihat oleh para birokrasi (red:asal bapak senang) dan hanya pohon-pohon yang tidak bernilai yang ditanami. Fakta di lapangan menunjukan HTI tidak melakukan penanaman sesuai jenis tanaman yang tumbuh di daerah ini. Dan akibat beroperasinya HTI ini sudah dua kali desa Tinukari mendapat banjir yang hebat dan menelan korban nyawa manusia dan material (1993 dan 1997).

Kawasan pegunungan ini masih menyimpan harapan bagi kita untuk diperbaiki kembali sebelum terlambat, jika tidak hal ini akan memberikan kerugian yang besar bagi dunia ilmu pengetahuan dan bagi Propinsi Sulawesi Tenggara khususnya. Lewat tulisan ini kami meminta kepada semua pihak yang mempunyai kepedulian untuk memberikan dukungan untuk menyelamatkan Mekongga dari kerusakan yang lebih parah dengan mendesak kepada pihak terkait untuk meningkatkan statusnya menjadi kawasan konservasi.

Ada beberapa alasan yang menjadi dasar pemikiran mengapa Mekongga harus menjadi kawasan konservasi yaitu:
1. Mekongga adalah habitat dari Flora dan Fauna endemik yang terancam punah
Tim Sulawesi Flora Ekspedition menyatakan hasil identifikasi sementara ditemukan lebih dari 1000 jenis flora dan setiap 100 diantaranya terdapat jenis baru yang merupakan flora endemic. Dari pantauan di perjalanan para penduduk mulai mengolah kawasan bekas HTI menjadi daerah perkebunan kakao, sehingga keberadaan jenis flora ini terancam. Selain flora kawasan ini pula merupakan habitat dari anoa pegunungan yang merupakan fauna endemic, di sepanjang jalur pendakian terlihat ribuan jejak kaki hewan ini, burung hantu mekongga

menandakan ratusan anoa hidup di tempat ini. Sayangnya hewan ini semakin terdesak oleh adanya pembukaan lahan oleh penduduk serta tebang liar dan perburuan. Tim pun sempat melihat ratusan burung Rangkong Sulawesi yang sedang mencari makan dipohon-pohon beringin sepanjang jalur pendakian. Dikawasan ini hidup pula Tarsius Spectrum (tangkasi/podi), Macaca Nigra (kera hitam),kuskus dan babi rusa yang mesti diselamatkan.
2. Mekongga Adalah Kawasan Karst Dataran Tinggi Yang Merupakan kawasan dengan ciri khas tetentu.
Batuan karst pegunungan tinggi di kawasan ini Mekongga memiliki hutan dengan ciri khas tersendiri yang mempunyai fungsi pokok perlindungan system penyangga kehidupan, terutama menyimpan air bagi kelangsungan hidup penduduk sekitar wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara. Bayangkan jika hutan dan kawasan ini rusak berbagai spesies akan mati serta Propinsi Sulawesi Tenggara akan terancam kekurangan air.
3. Mekongga adalah kawasan yang cukup potensial dan luasnya cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami.
Mekongga membentang di sepanjang wilayah barat Sulawesi Tenggara yang wilayahnya terletak di tiga kabupaten yaitu di sebelah utara kabupaten Kolka utara disebelah barat adalah wilayah kabupaten Kendari sedang disebelah selatan adalah wilayah Kabupaten Kolaka. Sehingga jika dikelola dengan baik wilayah ini cukup potensial dan luasnya dapat menjamin kelansungan berbagai keanekaragaman hayati yang ada didalamnya, sehingga proses ekologispun dapat berlansung secara alami.
4. Mekongga Memiliki keadaan alam yang yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata alam.
Sebagaian daerah ini memang sudah dieksploitasi, namun Kawasan ini masih masih dapat dikembangkan untuk menjadi obyek wisata. Pemandangan alamnya tidak kalah menariknya dari kawasan-kawasan wisata alam lainnya. Puncak Karstnya merupakan puncak karst terindah di Sulawesi, lembah dan berbagai tempat-tempat menarik dapat dijumpai di Kawasan ini.
5. Mekongga dapat menjadi obyek dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian.

Di wilayah ini terdapat berbagai specimen flora dan fauna serta bebatuan yang dapat menjadi obyek untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dari catatan singkat ini Korps Citaka mencoba memberi informasi dari sebagian kecil pesona dan keunikan Mekongga yang potensial dan jika kita terlambat menyelamatkannya dengan meningkatkan statusnya sebagai kawasan konservasi, maka akan berakibat fatal. Sedimentasi dan kerusakan fisik akan mengakibatkan terganggunya habitat berbagai sumber daya hayati yang ada, bahkan beberapa biota endemis khas mekongga akan hilang. Sebuah fenomena yang pada akhirnya akan merusak potensi eko wisata, studi ilmu pengetahuan serta penyangga air bagi kehidupan.

Penulis : Mirwanto, S.S
Korps Citaka Indonesia
Alumni Sastra Prancis Unhas





Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,495 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: