ORGANISASI DAN MANAJEMEN SAR

ORGANISASI SAR

Pengertian

SAR merupakan singkatan dari Search And Rescue yang mempunyai arti usaha untuk melakukan percarian, pertolongan dan penyelamatan terhadap keadaan darurat yang dialami baik manusia maupun harta benda yang berharga lainnya.

Hakekat SAR

SAR merupakan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan secara suka rela dan tanpa pamrih dan merupakan kewajiban moril bagi setiap individu yang terlatih untuk melakukan pertolongan terhadap korban musibah secara cepat, tepat dan efisien dengan memanfaatkan sumber daya/potensi yang ada, baik sarana dan prasarana maupun manusia yang ada.

Perkembangan Organisasi SAR

Semenjak terbentuknya pada Tgl. 28 februari 1972 dan dalam perkembangannya, organisasi SAR telah mengalami beberapa kali perubahan yang di lakukan oleh pemerintah untuk lebih mengoptimalkan organisasi SAR. Adapun perubahan – perubahan yang pernah dilakukan adalah;

Keppres No. 11 Thn. 1972. di sebutkan bahwa BASARI ( Badan SAR Indonesia) mempunyai susunan organisasi yang terdiri dari Pimpinan, Pusat Kordinasi SAR Nasional (PUSARNAS), Pusat Kordinasi Rescue, Sub–Sub Pusat Kordinasi Rescue serta Unsur – Unsur SAR.

Keppres No. 44 Thn. 1974. Di jelaskan antara lain bahwa PUSARNAS (Pusat SAR Nasional) berada di bawah Departemen Perhubungan.

Keppres No. 28 Thn. 1979 . di jelaskan bahwa BASARI termasuk anggota BAKORNAS PBA (Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam).

Keppres No. 47 Thn 1979. PUSARNAS diganti menjadi BASARNAS (Badan SAR Nasional).

Perubahan PUSARNAS menjadi BASARNAS di sertai pula dengan perubahan eselon dari eselon II menjadi eselon I atau setingkat Direktorat Jenderal. Dan untuk kelancaran tugas – tugas di lapangan, Menteri perhubungan telah mengeluarkan instruksi bahwa Kepala BASARNAS ditunjuk sebagai kuasa ketua BASARI untuk tugas – tugas di lapangan.

BASARNAS

BASARNAS mempunyai tugas pokok untuk membina dan mengkoordinasikan semua usaha dan kegiatan pencarian, pemberian pertolongan dan penyelamatan sesuai dengan peraturan SAR nasional dan Internasional terhadap manusia ataupun benda berharga lainnya.

Kantor Koordinasi rescue (KKR)

Mempunyai tugas pokok untuk menyelenggarakan suatu koordinasi Rescue guna mengkoordinir semua unsur dan fasilitas SAR untuk kegiatan di wilayah tanggung jawabnya.

TINGKAT KEADAAN DARURAT

Dalam SAR dikenal adanya 3 tingkat keadaan darurat:

  1. Inserfa
  2. Destresfa
  3. Alertfa

KOMPONEN SAR

Sebelum di aktifkannya suatu kegiatan operasi SAR, tentunya harus di dahului dengan adanya berita suatu musibah atau sesuatu yang menghawatirkan atau di khawatirkan akan terjadi musibah.

Penyelenggaraan operasi SAR akan berlangsung dengan baik bila di dukung oleh komponen – komponen SAR yang meliputi ; organisasi, fasilitas, komunikasi, medik dan dokumentasi.

  1. organisasi

Organisasi dalam misi SAR akan dibentuk dalam jangka waktu tertentu demi kelancaran koordinasi dan pengendalian unsur-unsur SAR yang ada hingga kegiatan menjadi efektif dengan hasil yang optimal. Organisasi ini akan bubar dengan sendirinya apabila operasi SAR telah dinyatakan selesai. Untuk itu perlu diketahui tugas dan tanggung jawab serta hubungan dari setiap unsur SAR.

    1. SC (SAR Cordinator)

Adalah pejabat yang mampu memberikan dukungan kepada KKR dalam menggerakkan unsur-unsur operasi SAR karena jabatan dan kewenangan yang di milikinya. Kemudian unsur-unsur ini diserahkan kepada SMC untuk di gunakan dalam operasi SAR.

    1. SMC (SAR Mission Coordinator)

Adalah pejabat yang di tunjuk oleh kepala BASARNAS/KKR karena memiliki kualifikasi yang di tentukan atau telah mengikuti pendidikan sebagai seorang SMC yang di akui.

SMC akan mengkoordinasikan dan mengendalikan operasi SAR dari awal sampai akhir.

Tugas dan tanggung jawab SMC:

1. Mendapatkan informasi tentang musibah.

2. Mendapatkan informasi tentang cuaca.

3. Menentukan/membagi areal pencarian dan cara serta fasilitas yang akan di gunakan.

4. Mengadakan debriefing terhadap unsur-unsur SAR yang akan dilibatkan.

5. Mengevaluasi setiap perkembangan (berdasarkan data-data yang di terima).

6. Melaporkan kegiatan secara teratur ke BASARNAS/KKR.

7. Mengatur dropping perbekalan.

8. Mengadakan koordinasi dengan KKR tetangga bila areal pencarian tidak terbatas pada satu wilayah SAR saja.

9. Menyarankan penghentian pencarian bila di pandang perlu.

10. Membebaskan unsur SAR atau menghentikan kegiatan bila bantuan mereka tidak di butuhkan.

11. Membuat laporan akhir perihal hasil operasi SAR yang telah dilaksanakan.

Pada umumnya pengendalian SAR di lakukan di KKR namun bila tidak memungkinkan, SMC dapat berpindah sementara ke daerah yang lebih dekat dengan lokasi operasi dan mengendalikan dari daerah tersebut.

c. OSC (On Scene Commander)

OSC adalah pejabat yang di tunjuk oleh SMC untuk melaksanakan sebagian tugas SMC di lapangan. Persyaratan pejabat OSC sama dengan persyaratan seorang pejabat SMC. OSC melaksanakan tugas sebatas yang di delegasikan kepadanya. Hal ini biasanya di lakukan bila lokasi pencarian sulit untuk di kendalikan secara langsung oleh SMC atau SMC merasa perlu adanya OSC untuk membantu kelancaran tugas-tugasnya.

d. SRU (Search And Rescue Unit)

SRU adalah unsur SAR yang di operesikan dalam kegiatan SAR dan mengikuti pentahapan penyelenggfaraan operasi. SRU dapat berasal dari berbagai organisasi/instansi yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan operasi SAR.

STRUKTUR ORGANISASI MISI SAR

SC >>> SMC >>> SRU atau SC >>> SMC >>> OSC >>> SRU

2. Fasilitas

Yang termasuk dalam fasilitas SAR adalah semua pendukung penyelenggaraan dalam kegiatan operasi SAR, dapat berupa fasilitas milik pemerintah, swasta, perusahaan, kelompok/organisasi masyarakat maupun perorangan. Jenisnya dapat berupa personil terlatih, kendaraan, alat komunikasi dll.

3. Komunikasi

Komukasi akan berperan dalam penyampaian informasi dari satu unit ke unit lainnya secara cepat dan akan lebih memudahkan dalam pengendalian operasi terlebih dalam keadaan emergency.

4. Pelayanan Darurat Medik

Dalam pelaksanaan operasi SAR sangat diperlukan adanya pelayanan darurat medik untuk memberikan pertolongan pertama bila ada korban yang membutuhkan sebelum di tangani oleh pihak yang lebih berkompeten. Pelayanan ini juga di butuhkan pada saat melakukan evakuasi dan mobilisasi korban.

5. Dokumentasi

Dokumentasi berguna untuk memberikan data dan keterangan serta analisa dari informasi misi SAR yang diterima termasuk mulai dari tahap kekhawatiran sampoai tahap konklusi misi, khususnya catatan baik secara tulisan atau visual. Ini merupakan bahan untuk evaluasi dan pedoman untuk kegiatan selanjutnya. by Citaka corps

4 Responses to “ORGANISASI DAN MANAJEMEN SAR”


  1. 1 sifra.wahongan November 11, 2011 pukul 11:49 am

    mnurut saya,dgn adanya SAR di negara kita,
    sudah dpt di bilang bahwa negara kita akan aman dlam masalah bencana,tapi bencana yg dapat di tanggulangi,seperti:tanah longsor,gempa bumi,banjir,kebakaran,dll. . .
    .saya sangad bangga dengan BASARNAS,karena pacar saya juga bekerja sebagai anggota BASARNAS.

  2. 3 Faldo Jeffrey (@FaldoWaworuntu) Mei 8, 2012 pukul 9:52 pm

    bagus sangat berguna sekali, terimah kasih materinya …..GMPA affinity langowan ..

  3. 4 Eny Cbrana April 11, 2016 pukul 1:58 am

    SAR/BASARNAS Sangat bagus…Saya punya keluarga bekerja di SAR / BASARNAS…Tapi kenapa ada pembagian tugas jaga atau piket untuk mereka pegawai SAR / BASARNAS yang wanita dan lagi yang sdh menjadi ibu dan punya anak msh BALITA pun harus ikut piket sehari semalam begitu…?
    Knp tidak bisa di buat bagi anggota SAR/BASARNAS yg wanita, khususnya yg sdh berumah tangga yg apalagi mempunyai anak masih BALITA untuk tugas jaga atau piketnya hanya sampai sore hari saja..Karenawanita yg sdh menjadi ibu rumah tangga jg mempunyai tanggung jawab utk menjaga, merawat dan mendidik anak2nya di rmh..apalagi anaknya msh balita.
    Yang menjadi pertanyaan apakah tugas jaga atau piket bagi pegawai SAR/BASARNAS yang wanita bahkan yang sdh menjadi ibu ibu dari anak yang masih balita ini juga berlaku di seluruh Indonesia atau cuma di daerah saja..?
    Semoga ada yg bisa membantu menyampaikan inspirasi ini kepada pimpinan pusat SAR/BASARNAS..karena saya tidak mengetahui tempat pengaduan,inspirasi dan laporan ke pimpinan pusat SAR/BASARNAS melalui email atau lainnya..di karenakan di webside nya jg tidak tersedia fitur utk pengaduan, inspirasi dan laporan dari masyarakat kepada pemimpin dan atau para petinggi di SAR/BASARNAS supaya kiranya mereka mengetahui pembagian tugas kerja yang baik dan layak bagi para pegawai wanita mereka terutama wanita yg mepunyai anak yang masih balita yang begitu sangat membutuhkan perhatian ibunya.
    Karena sesungguhnya derajat wanita dan pria itu tetap tidak sama kalau kita lihat dari segi wanita yang melahirkan anak dan tetap harus punya waktu untuk merawat, menyusui menjaga anaknya yang masih BALITA.

    Terima Kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 257,631 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: