PECINTA ALAM INDONESIA DALAM PRESPEKTIF KINI DAN ESOK *

M. Amin, S.Sos

M. Amin, S.Sos

Organisasi Pecinta Alam di Indonesia baik itu dalam wadah Kelompok Pecinta Alam (KPA) yang bersifat independen maupun dalam wadah organisasi yang dinaungi oleh suatu institusi kampus atau Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) atau apapun namanya, merupakan suatu organisasi kepemudaan yang terbilang cukup lama berdiri di Indonesia, sebagai organisasi yang bertujuan menyalurkan minat dan bakat para pamuda(i) dalam kegitan alam terbuka.

Ketika kita menoleh kebelakang melihat sejarah asal mula terbentuknya organsasi ini di Indonesia maka dapat dikatakan bahwa Pecinta Alam Indonesia ini berawal dari sekedar aktifitas untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan dalam menghadapi suatu kondisi masyarakat pada saat itu yang kurang beruntung dari kebijakan pemerintah. Sekelompok pemuda dari kalangan kampus (Universitas Indonesia) yang getol menyuarakan aspirasi masyarakat, di saat mereka lelah dengan aktifitas kemahasiswaan (demonstrasi, diskusi politik dan lain-lain) mereka melakukan kegiatan mendaki gunung biasanya mereka ke gunung Pangrango Jabar (baca “Catatan Harian Seorang Demostran” Shoe Hok Gie). Berawal dari sini sehingga mereka membentuk Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam.

Namun dalam versi lain ada yang mengatakan bahwa terbentuknya Organisasi Pecinta Alam Indonesia bermuatan politis, namun tidak ada referensi yang jelas penulis temukan dalam hal ini.

Ketika mengkaji eksistensi Pecinta Alam Indonesia dengan bertitik tolak pada sejarah terbentuknya Pecinta Alam Indonesia sebaiknya kita tidak membuat dikotomi antara Sejarah terbentuknya Kelompok Pecinta Alam dengan Mahasiswa Pecinta alam, yang sampai sekarang masih saja menjadi perdebatan dikalangan Pecinta Alam Indonesia. Sehingga jelas terlihat bahwa eksistensi Pecinta Alam Indonesia syarat dengan nilai idealisme, patriotisme, dan nasionalime. Karena perkembangan Pecinta Alam Indonesia dewasa ini semakin pesaat sehingga terjadi pergeseran nilai, hal ini karenakan motivasi yang tidak jelas pada saat membentuk organisasi pecinta alam. Sehingga tidak dapat disangkal lagi penampilan diri dan prilaku dari oknum anggota pecinta alam terlihat kontra produktif dengan Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, ditambah lagi dengan paham kebebasan individu pecinta alam yang salah kaprah dan pada akhirnya kebebasan individu pecinta alam itu terlihat tidak proporsional, sementara penampilan individu seorang pecinta alam merupakan salah satu indikator yang sangat jelas untuk menilai propesionalisme sebuah organisasi Pecinta Alam, misalnya penampilan diri seorang Pecinta Alam harus dapat disesuaikan dengan kondisi dimana seorang pecinta alam itu berada, ini merupakan salah satu nilai ideal seorang Pecinta Alam.

Dan dalam menyikapi era kekinian dan yang akan datang eksistensi Pecinta alam Indonesia semakin dipertanyakan, oleh karena itu upaya perbaikan manajemen Pecinta Alam perlu mendapat perhatian yang serius khususnya dalam perbaikan kurikulum pendidikan Pecinta Alam, karena ini merupakan pondasi dalam membentuk sikap mental anggota dalam melakukan rekruitmen anggota baru, harus seperti apa sikap mental anggota baru tersebut ditentukan dalam Pendidikan Kepecinta Alaman, fenomena yang ada saat ini, untuk sebagian Organisasi Pecinta Alam membentuk anggotanya menjadi kader-kader yang semi militan atau mungkin militan sehingga terlihat lepasan pendidikan Pecinta Alam berkarakter keras dan karaker ini berpotensi konfik, karena begitu mudahnya untuk terprofokasi, dan bila hal ini terjadi sekali lagi dikatakan sangat jauh dari makna Kode Etik Pecinta Alam Indonesia.

Mekanisme Pendidikan yang dilakukan oleh organisasi Pecinta Alam adalah membentuk sikap mental yang tangguh dan fisik yang kuat, untuk manghadapi Tantangan alam disaat melakukan Kegiatan Alam Terbuka (KAT) tidak membentuk prilaku yang keras dan kasar, dan ditanamkan sikap bijaksana terhadap Alam dalam melakukan aktivitas, yang pada akhirnya hal ini dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari seorang Pecinta Alam.

Satu hal yang mendasar dan perlu mendapat perhatian dalam melakukan pengkaderan anggota baru Pecinta Alam, yakni member pemahaman kepada anggota baru, Bahwa aktivitas yang dilakukan pecinta alam (mendaki gunung, dan lain-lain)) merupakan suatu proses untuk mendekatkan diri dengan alam sehingga kelak terbentuklah kader-kader Pecinta Alam, yang peduli dengan kerusakan lingkungan, kedepan hal ini merupakan tantangan yang cukup berat yang akan dihadapi seorang Pecinta Alam. Dan yang takalah pentingnya adalah bagaimana seorang Pecinta Alam dapat memberi makna perjalanan mereka pada saat melakukan Kegitan Alam Terbuka, istirahat sejenak disela-sela perjalanan sembari menikmati panorama Alam, dapat menanamkan rasa puji dan syukur sebagai anak bangsa yang hidup di negeri yang dikarunia dengan kekayaan alam dan keindahan alam, dan ketika hal ini tercipta maka Rasa Cinta Terhadap Bangsa dan Negara seorang Pecinta Alam tidak perlu diragukan Lagi. Lebih dari itu sebagai Bangsa yang beragama hal ini dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta karena penyadaran diri akan hal PenciptaanNya bahwa semua Kekayaan alam dan Keindahan alam itu adalah anugerah Allah SWT.

*(Muh. Amin, S.Sos. Mantan Ketua Umum MAPALA UVRI Makassar 1992-1993)

15 Responses to “PECINTA ALAM INDONESIA DALAM PRESPEKTIF KINI DAN ESOK *”


  1. 1 rangergunungsinabung September 4, 2009 pukul 11:55 am

    saat ini sudah semakin banyak pecinta alam yang hanya nama , style , atau apapun. tapi sebenarnya mereka tidak sadar menyianyiakan bakat diri dan alam itu sendiri

  2. 2 Atjeh Green Ranger Oktober 5, 2009 pukul 9:48 pm

    Saya sependapat dengan adanya kenyataan oknum pecinta alam yang kontra produktif dengan kode Etik Pecinta Alam. Namun saya punya pandangan yang berbeda dalam melihat individu dari segi penampilan kesehariaannya dikaitkan dengan profesionalisme yang bersangkutan. Hal ini terbantahkan dengan banyaknya orang yang memiliki dan berstyle yang jauh dari “urakan” namun juga tidak PROFESIONAL dan lebih KURANG AJAR.

    kalo menurut saya, penampilan dari kalangan PA ini lebih didorong dari kematangan Usia, proses pencarian jadi diri serta adanya tingkat kepercayaan diri yang tinggi yang dimiliki oleh anak PA.

    Jangan lah kita menilai seseorang hanya melihat dari bungkusannya saja.

  3. 3 Dhe-dhe lentera ind November 24, 2009 pukul 2:34 pm

    Saya sependapat bila calon2 pencinta alam.Dbrikn pmahaman.Yg lbih mndlm tntang dunia kpencntaalaman.
    Saat dlm pndidikanx.

  4. 4 eis_pml Desember 9, 2009 pukul 10:55 am

    menjadi seorang pecinta alam bukan hanya bakat, Style atau apa moral itu sendiri salah satu penunjang sehebat apa pun seorang pecinta alam kalau moral bobrok hasil akan bobrok ju

  5. 5 anu Desember 31, 2009 pukul 7:31 pm

    intinya model pendidikan yang harus dirubah baik materi maupun stylenya mas…..baik itu KPA maupun MPA…..

    thank,

    anak gunung/NUA 021/01/MPA.UVRI/90

  6. 6 markis Maret 26, 2010 pukul 11:25 pm

    aq selaku anak yang gemar dengan alam terbuka,,,,,,,,,,,,,,sangat menyayangkan atas kerusakan hutan d negeri kt ini,,,,,,,,,,,,,, ekosistem hutan sudah tergangu oleh tanggan2 kotor
    yang tak bertanggung jawab,,,,,,,,,,,,,,,,,
    wahai anak2 ibu pertiwi lestarikan alam seperti dulu lg
    salam lestari

  7. 7 Pinkq- OPA Bivi Toraja Mei 13, 2010 pukul 8:04 pm

    Terima kasih bang atas artikelnya, saya setuju dengan pemikiran yang seperti itu………

  8. 8 Mahapati Makassar Juni 30, 2010 pukul 1:18 pm

    bang Amin, Kami Rindu ama abang…! kami rindu ama abang ketika makan Havermut…hehehe….Ibeng suka marah klo havermut, iccang tidakji tawwa…hehehehe……
    KELUARGA BESAR MAHAPATI MAKASSAR

  9. 9 amincitaka Juni 30, 2010 pukul 11:58 pm

    to MAHAPATI MAKASSAR

    Apa khabar Mahapati Makassar, semoga tetap eksis dan sukses selalu. Salam buat keluarga Besar Mahapati Makassar.

  10. 10 riski Desember 5, 2010 pukul 10:05 am

    salam lestarai.
    salam kenal untuk kaka amir.

  11. 11 tegi Juni 22, 2011 pukul 5:22 am

    salam lestari dan salam kenal buat teman2 korps CITAKA khusunya bg amin..
    yah saya setuju sekali dng komentar anda mari kita bersama membangun citra anak PECINTA ALAM yang benar – benar mencintai alam bukan PENIKMAT ALAM..

  12. 12 Haryono Tegie Juni 22, 2011 pukul 5:29 am

    salam lestari dan salam kenal buat teman2 korps CITAKA khusunya bg amin..
    yah saya setuju sekali dng komentar anda mari kita bersama membangun citra anak PECINTA ALAM yang benar – benar mencintai alam bukan PENIKMAT ALAM..

  13. 13 Ade Gembel Juni 10, 2012 pukul 9:35 pm

    Bang, Kami dari KPA G’lap ( Gerakan Lestari Alam Paser ) Beralamat di Kal-Tim Kabupaten Paser Tanah Grogot, Hanya Ingin Mengucapkan Salam Lestari..

  14. 14 Anonim Desember 15, 2014 pukul 1:52 pm

    Pecinta alam hanya tampak luarnya seram tapi dia. Sebetunya dia begitu lembut,alam saja dia cintai aps lagi manusianya…….

  15. 15 Yogik Januari 16, 2016 pukul 12:56 am

    Bang saya yogik dari KPA J’PARAS PALEMBANG. Yang ingin saya tanyakan apakah salah organisasi kpa di indonesia ini jika bermasalah tolong beri kami bimbingannya bang terimaksaih salam lestari


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s







Info Citaka

*Bagi pengunjung yang akan memberi komentar, saran, dan kritik yang bersifat menghujat dan berpotensi sara akan kami edit, terima kasih

IDENTIFIKASI PENGUNJUNG

MY STATUS

Icak

Indy

Mien

Nelly

PENGUNJUNG ON LINE

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 271,495 Pengunjung

PENGUNJUNG TERAKHIR

DAPATKAN $ USD Dengan 1X Klik

http://adf.ly/97301/banner/www.google.com

BERITA BERITA TERBARU

Masukkan alamat Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: